Ditangani Luhut, Kasus Covid malah Tembus 4.000
Target dan harapan Jokowi belum tercapai, sebab angka penambahan kasus Covid-19 di Indonesia belum mengalami tren penurunan, dan bahkan terus meningkat.
MERAH PUTIH | Jakarta - Presiden Joko Widodo sejatinya sudah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala BNPB Doni Monardo pada Selasa (15/9) lalu, untuk menurunkan kasus Covid-19 di sembilan provinsi dalam waktu dua minggu.
Itu berarti hari Selasa (22/9) kemarin, menjadi sepekan pertama untuk melihat perkembangan upaya Luhut dan Doni yang dimandatkan Jokowi.
Alih-alih berhasil menurunkan, angka kasus Covid malah menembus 4.000 kasus. Sabtu (19/9) pekan lalu ada tambahan 4.168 kasus anyar. Limpahan kasus positif Covid-19 tersebut, membuat rekor baru penambahan kasus di Indonesia.
Itu artinya target dan harapan Jokowi belum terwujud. Pasalnya, jumlah penambahan kasus Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tren menurun, bahkan menanjak.
Terkait hal ini, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mengaku tidak terkejut dengan hasil buruk tersebut. Sejak semula, dia telah memprediksi penanggulangan corona bakal makin amburadul oleh Luhut.
Soalnya, Luhut adalah orang yang bukan ahli dalam bidang penanggulangan wabah. “Negara seolah dikelola oleh amatiran. Negara besar pula,” tukas Iwan, Selasa (22/9).
Evaluasi rutin
Sementara itu, Menko Luhut mengaku telah rutin melakukan evaluasi penanganan Covid-19 di sembilan provinsi prioritas. Hal tersebut dilakukan guna menurunkan angka penularan Corona di Tanah Air.
"Iya evaluasi dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali dengan para Gubernur, Pangdam dan Kapolda," ungkap juru bicara Menko Maritim dan Investasi, Jodi Mahardi
Di samping melakukan evaluasi rutin, salah satu langkah yang dilakukan pemeritntah untuk menekan angka penularan Corona adalah dengan meminta aparat untuk menggencarkan penegakan disiplin masyarakat.
"Pak Menko meminta kepada para Pangdam dan Kapolda untuk terus menggencarkan operasi lapangan dari Polda dan Kodam dan pengerahan anggota untuk penegakan disiplin protokol kesehatan di titik-titik keramaian," ujar Jodi. (nnc/tmp/rml/rga)
Editor : Rangga Putra
Harian Merah Putih