Kasus Baru Covid-19, Terjadi di Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan
MERAHPUTIH | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali mengingatkan pentingnya mematuhi anjuran WHO, untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, di Jawa Timur. Khofifah menegaskan, dengan posisi seperti ini (sesuai data perkembangan terbaru), pihaknya evaluasi anjuran WHO.
"Kami evaluasi format anjuran WHO, seluruh elemen di negeri ini tidak berhenti memberikan anjuran untuk tinggal di rumah dan hanya keluar untuk kepentingan yang urgent. Lalu melakukan physical distancing. Keluar rumah dengan menggunakan masker, PHBS, olahraga dan berjemur di sinar matahari pagi hari," kata Gubernur Khofifah saat paparan penanganan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Minggu (12/4), malam.
Pihaknya juga menggarisbawahi, pentingnya informasi harus sampai ke masyarakat. Terkait angka kasus Covid-19 yang terus meningkat. Termasuk soal kepatuhan semua pihak melaksanakan himbauan pemerintah.
"Sampaikan informasi bahwa di Surabaya ini sudah 180 yang positif terkonfirmasi Covid-19. Jumlah 180 itu bukan angka kecil, dan ada 502 yang PDP," tegasnya.
Malam ini, bersama Forkopimda pihaknya kembali mengevaluasi secara detail pelaksanaan physical distancing yang diterapkan.
"Ini (Physical Distancing-Red) kami akan lakukan koordinasi ulang. Insyaallah malam ini, Kapolda Jatim dan Bapak Pangdam (Brawijaya) akan mendetailkan kembali," kata Gubernur Khofifah, yang juga mantan Menteri Sosial itu.
Untuk diketahui, hingga Minggu malam, data ter-update untuk kasus Covid-19, rinciannya ada 386 terkonfirmasi, dan yang masih dirawat ada 288 orang. Sebanyak 1.383 masuk dalam kategori Pasien Dalam Perawatan (PDP), dan masih diawasi ada 841 orang.
Kemudian, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 14.092, dan yang masih terus dipantau ada 8.147 orang. Dari data itu, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik diminta untuk kembali meningkatkan kewaspadaan.
Kasus baru, tertinggi terjadi di Surabaya ada 83 kasus. Kemudian, 10 kasus baru terjadi di Sidoarjo dan Lamongan. Di Gresik 4 kasus, masing-masing 3 kasus baru lainnya terjadi di Situbondo dan Trenggalek. Dua kasus baru terjadi di Kabupaten Kediri. Masing-masing satu kasus terjadi di Kota Probolinggo, Jombang, Bangkalan dan Pamekasan.(tji/red)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih