Bertemu Nadal, Alexander Zverev Siap Minimalisir Kesalahan

Petenis Jerman Alexander Zverev melakukan service bola ke arah lawannya petenis Swiss Stan Wawrinka dalam laga babak perempat final Turnamen Tenis Paris Masters, di AccorHotels Arena, Paris, Prancis, Jumat (6/11/2020). ANTARA FOTO/Reuters-Gonzalo Fuentes/
Petenis Jerman Alexander Zverev melakukan service bola ke arah lawannya petenis Swiss Stan Wawrinka dalam laga babak perempat final Turnamen Tenis Paris Masters, di AccorHotels Arena, Paris, Prancis, Jumat (6/11/2020). ANTARA FOTO/Reuters-Gonzalo Fuentes/

MERAHPUTIH| PARIS-Alexander Zverev mengaku siap meminimalisir kesalahan ketika bertemu unggulan pertama Paris Master 1000, Rafael Nadal. Pertemuan Nadal versus Zverev akan berlangsung, Sabtu waktu setempat.


Petenis Spanyol juara 20 kali Grand Slam, Nadal, mengalahkan sesama petenis Spanyol Pablo Carreno Busta 4-6, 7-5, 6-1 pada Jumat sebelum Zverev menundukkan Stan Wawrinka dari Swiss 6-3, 7-6(1) untuk menciptakan laga blockbuster.

"Ketika Anda melawan Rafa di babak apapun pada satu turnamen, Anda harus bebas dari kesalahan untuk meraih sukses," kata Zverev kepada wartawan setelah kemenangannya seperti dikutip Reuters, Sabtu.

 

"Meskipun pada babak selanjutnya saya pikir semua pemain top selalu bermain lebih baik dan bahkan lebih sulit untuk mengalahkannya. Saya menantikan pertandingan itu. Ini akan menjadi tantangan yang sangat sulit.

"Saya kira Rafa sangat termotivasi di sini. Ia belum pernah memenangi turnamen ini, jadi saya kira bagi dia ini juga tambahan motivasi. Bagi saya juga. Ini hasil terbaik sejauh ini yang saya lakukan di Paris, tapi saya berharap saya bisa lebih jauh."

Meskipun kedua pemain mengejar gelar Paris Masters perdana mereka, Zverev yang berusia 23 tahun mempunyai rekor 1-5 melawan Nadal pada pertemuan sebelumnya dengan satu-satunya kemenangan terjadi saat melawan petenis Spanyol itu pada ATP Finals tahun lalu di London.

"Maksud saya, saya kira sebagian besar petenis di planet ini, defisit melawan Rafa," kata Zverev dengan tersenyum. "Saya pikir itu cukup normal." (red)

Editor : Eko Yudiono