YLPK Jatim Menilai Pemerintah Pusat Lambat Tangani Pandemi Covid-19

Ketua YLPK Jawa Timur Said Sutomo. 9 foto : ton/hmp)
Ketua YLPK Jawa Timur Said Sutomo. 9 foto : ton/hmp)

MERAHPUTIH|SURABAYA - Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim menilai, belum ada langkah progresif dari Pemerintah Pusat, untuk mengendalikan persebaran Covid-19 di Indonesia. Seharusnya pemerintah bisa belajar dari Kota dan Negara lain di dunia, yang telah lebih dulu mengalami outbreak Covid-19. Mengingat kondisi saat ini semakin mengkhawatirkan.

Ketua YLPK Said Sutomo, mendesak agar Pemerintah segera melakukan tes Covid-19 secara massal, guna mengetahui keterpaparan sesungguhnya yang ada di masyarakat. Sebab, menurutnya, data resmi yang disampaikan Pemerintah patut diduga tidak mencerminkan data lapangan yang sesungguhnya. Sangat dibutuhkan transparansi data yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat.

"Masyarakat yang berinisiatif melakukan tes mandiri di rumah sakit juga mengalami kesulitan, karena antrian yang sangat panjang," tandasnya.

Menurut Said, pemerintah segera melakukan lockdown secara parsial, yaitu melakukan larangan total penerbangan internasional ke Indonesia, dari manapun asal negaranya. Hal ini sudah dilakukan oleh banyak negara, termasuk oleh Malaysia.

"Penerbangan internasional terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap kasus Covid-19 khususnya untuk kategori imported case," ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah perlu melakukan kolaborasi dan sinergisitas dengan perguruan tinggi, sektor swasta dan elemen masyarakat sipil untuk menghalau badai Covid-19 ini. Dan yang mendesak dilakukan adalah menjadikan mahasiswa dari rumpun ilmu kesehatan, di seluruh Indonesia untuk menjadi relawan, dan membantu tenaga kesehatan di pelayanan kesehatan. "Hal ini sangat penting bahkan mendesak, mengingat tenaga kesehatan di rumah sakit, termasuk dokter, semakin kewalahan dalam menghandle lonjakan pasien Covid-19. (ton)

 

Editor : Lasiono