Datangi Kejari, Warga Desa Auponhia Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa

Datangi Kejari Sanana, warga laporkan dugaan penyimpangan Dana Desa (Foto: cho)
Datangi Kejari Sanana, warga laporkan dugaan penyimpangan Dana Desa (Foto: cho)

MERAHPUTIH | KEPULAUAN SULA - Sejumlah warga dari Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara ramai-ramai mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanana. Mereka, dengan membawa sejumlah bukti melaporkan adanya dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana (AD) Tahun Anggaran 2017 di daerah mereka. Mereka menuding butir-butir kegiatannya seperti termuat di papan informasi, dianggap tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

"Untuk itu kami datang ke sini, dan kedatangan kami disambut oleh pihak Kejaksaan Negeri Sanana, yakni oleh Kasi Intel Kejaksaan Kepulauan Sula, Rizky B. Pandie, tadi diruang kerjanya," kata Usman Waisale, mewakili warga usai memberikan pelaporan, Selasa (14/4).

Usman menyebut, atas nama dan mewakili dari tokoh masyarakat mengatakan jika kedatangannya bersama sejumlah perwakilan masyarakat untuk melaporkan terkait adanya dugaan penyelewengan DD dan AD yang terjadi di Desa Auponhia tahun 2017. Dikatakan, dalam pengelokasiannya selain tidak transparan juga tidak banyak masyarakat yang dilibatkan. Baik mulai proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Desa Auponhia.

“Maksud dan tujuan kami masyarakat Desa Auponhia melaporkan terkait adanya dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Dasa Auponhia, itu terjadi dari tahun 2017 lalu," kata Usman kepada MERAHPUTIH.

Guna melengkapi pelaporannya, ikut diserahkan beberapa bukti-bukti, diantaranya surat pengaduan serta surat pernyataan dari masyarakat, diserahkan kepada pihak kejaksaan. "Bukti-bukti itu kita serahkan melalui Kasi Intel Kejaksaan Kepulauan Sula," terangnya.

Sementara, Kejari Kepulauan Sula, Romulus H. Holongan saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsAap, menjawan kalau pihaknya belum memonitor hal itu. "Saya menyampaikan, Saya belum monitor, Saya lagi di Ternate sudah 1 Minggu," seperti tulis di WA.

Terpisah, mantan Pejabat Desa Auponhia, Lutfi Umafagur saat ditanya perihal pelaporan tersebut melalui telpon selulernya, tidak terdengfar nada panggil.(cho/tji)

 

Editor : Tudji Martudji