Pencegahan Virus Covid-19, Dinas Perikanan Sidoarjo Anggarkan Rp 108 Juta

Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo Mochamad Bachruni Aryawan. (foto : bil/hmp)
Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo Mochamad Bachruni Aryawan. (foto : bil/hmp)

MERAHPUTIH|SURABAYA - Anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo jumlahnya mencapai Rp 114,3 Miliar. Sementara Dinas Perikanan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 108 juta. Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo Mochamad Bachruni Aryawan, saat ditemui harianmerahputih.id di Kantor Dinas, Kamis (16/04), Baruni menjelaskan, dana ini merupakan pergeseran anggaran, yang sebelumnya diperuntukan untuk pembinaan, pelatihan, dan kegiatan lain yang mengumpulkan banyak orang.

Selain itu Bachruni juga menjelaskan, rata-rata anggaran yang di poskan ke Dinas Perikanan, dipakai untuk pengadaan Room Sanitazer, Disinfectan, masker dan lain lain untuk pencegahan Covid-19 bagi para petani tambak dan pengunjung di Kantor Dinas maupun Depo perikanan.

"Tentunya dengan pergeseran ini kami mengalokasikan dana 108 juta terdiri dari room sanitizer ada 4, ditaruh di dinas perikanan 1, di depo perikanan 2 , dan di pasar ikan hias 1. Kemudian kami juga belanja Disinfectan sama spryer ada sekitar 4 unit yang fungsinya akan disemprotkan ke tempat-tempat umum termasuk Kantor Dinas agar steril. ada pengadaan masker yang tadi pagi di diskusikan ke masyarakat di depo dan pasar ikan hias, berupa masker kain untuk pencegahan agar bisa dicuci setelah pemakaian," terang Baruni.

Meskipun saat ini Pandemik Covid-19 di Sidoarjo sangat tinggi, tetapi aktivitas lelang, baik di Depo Pasar ikan di Jl. Lingkar Timur maupun Pasar ikan Hias, tetap berjalan Normal. Harga Ikan di Pasaran juga terpantau turun, di Kisaran 40 %, dan hal ini masih dalam batas wajar.

"Pengunjung berkurang, tapi para nelayan masih Eksis baik untuk Produksi di tambak dan laut juga tidak masalah, mereka masih bisa menangkap. Meskipun kemarin sempat ada isu di harga, hasil tangkap turun karena Daerah Lamongan, dan Tuban, ikan tidak sempat di beli oleh masyarakat dan pelelangan tidak berjalan. Kemarin saya suruh Cek dilapangan harganya turun sampai 40%," tambah Bahruni. (bil)

 

 

 

 

 

Editor : Lasiono