Pemkab Sidoarjo: Sekolah Harus Menyesuaikan Pembekajaran Daring

Kunjungan Penjabat Bupati Sidoarjo Hudiyono ke SMPN 1 Sidoarjo yang menerapkan pembelajaran secara dalam jaringan (Antara Jatim/Pemkab Sidoarjo/IS)
Kunjungan Penjabat Bupati Sidoarjo Hudiyono ke SMPN 1 Sidoarjo yang menerapkan pembelajaran secara dalam jaringan (Antara Jatim/Pemkab Sidoarjo/IS)

MERAHPUTIH|SIDOARJO-Sekolah-sekolah di kabupaten itu untuk menyesuaikan pembelanjaan selama proses pembelajaran yang berlangsung secara dalam jaringan (daring). Permintaan ini disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Penjabat Bupati Sidoarjo Hudiyono di Sidoarjo, Kamis, mengatakan perlu adanya evaluasi untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran daring, demikian seperti dilansir ANTARA.

"Perlu evaluasi perilaku administrasi supaya sesuai dengan perilaku pembelajaran saat ini. Salah satunya adalah pembelanjaan anggaran. Pembelanjaan harusnya menyesuaikan dengan pembelajaran," ujarnya di sela mengunjungi SMPN 1 Sidoarjo.

Ia mengemukakan saat ini efektifitas pembelajaran dalam jaringan yang berjalan hanya sebesar 40 persen.

"Pembelanjaan yang dilakukan oleh dinas pendidikan maupun pihak sekolah tidak boleh menggunakan sistem pembelajaran model lama. Sebab, saat ini kondisinya jauh berbeda," ucapnya.

Menurut dia, pada pembelanjaan dana BOS harusnya digunakan untuk penguatan jaringan. Sebab, dalam pembelajaran sistem daring, proses transformasi ilmu dari guru ke murid bergantung pada jaringan.

"Tadi saya tanya, ternyata dana BOS untuk penguatan jaringan hanya 5 persen. Ini kurang, setidaknya 30 persen untuk penguatan jaringan. Ini di SMPN 1 Sidoarjo yang notabenenya SMP terbaik di Sidoarjo. Bisa jadi di sekolah lain di bawah standar yang ada di sini," ujarnya.

Dengan demikian, kata dia, proses pembelajaran sistem daring dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala seperti delay yang disebabkan jaringan.

"Saya sudah ngomong ke kadispendik dan kepala sekolah tentang hal ini. Intinya, pembelanjaan harus menyesuaikan dengan pembelajaran," ujarnya.

Dalam waktu dekat, dirinya berencana memanggil semua kepala sekolah untuk evaluasi pembelajaran sistem daring.

"Semua dilakukan untuk menjamin semua siswa mendapat kualitas pembelajaran yang prima meski di tengah pandemi seperti ini," ucapnya.(red)

Editor : Eko Yudiono