Gubernur Khofifah Buka Batik Bordir & Aksesoris Fair 2021
MERAH PUTIH I SURABAYA - Dalam rangka hari ulang tahun dewan kerajinan nasional daerah, atau Deskranada Jawa Timur ke 41 dan melanjutkan sukses batik bordir & aksesoris fair 2021, kembali digelar di era new normal batik bordir & aksesoris 2021 yang ke 16 kalinya.
Dengan tema Kebangkitan kriya dalam pemulihan ekonomi di era pandemi, dan mendukung gerakan nasional bangga buatan Indonesia sekaligus ajang kreatifitas, inovasi para perajin, UKM, industri kreatif, serta untuk mewujudkan promosi dan pemasaran produk kepada masyarakat luas acara batik bordir dan aksesoris fair 2021 dibuka oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di grand city mall Surabaya, Rabu (24/3).
Konsep O2O atau offline to online akan memberikan warna baru dalam pelaksanaan pameran kali ini, dimana pengunjung mendapatkan pengalaman berbelanja secara offline dan online. Pameran tentunya mengikuti standar protokol kesehatan dari asosiasi pameran dunia.
Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Elistianto Dardak mengatakan bahwa pameran ini sebagai bentuk dukungan terhadap produk dalam negeri serta untuk meningkatkan ekonomi para perajin.
“Sebab perajin juga menjadi salah satu yang terdampak selama pandemi ini. Untuk itu kami wadahi supaya dapat meningkatkan ekonomi UMKM,”ujarnya seusai acara.
Total Ada 85 stand dari berbagai daearah. Bagi Arumi tidak ada target transaksi dari pameran ini. Diharapkan pameran ini dapat memberi stimulan agar banyak yang membeli.
“Kecintaan pada produk Indonesia, bangga buatan Indonesia, jadi optimistis sekali antusias dari masyarakat juga baik kita tidak hanya menggelar offline tetapi juga online,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan program nasional yaitu “bangga dengan produksi nasional”..
“Bangga buatan indonesia itulah yang sesungguhnya menjadi program nasional sejak Agustus yang lalu. Jadi kalau kita lihat produk ini adalah sebuah produk kreatif, ekotif (ekonomi kreatif) jadi pintu dimana diharapkam menjadi pembuka kebangkitan bagi ekonomi UMKM di Jawa Timur,” kata Khofifah.
Khofifah memaparkan bahwa backbone ekonomi Jawa Timur 56,94 persen dari 57 persen adalah UMKM. Untuk itu pameran ini tidak hanya dilihat secara offline tetapi juga online.
“Oleh karena itu secara bertahap inisiasi-inisiasi ekspos seperti ini akan membuka ruang bukan hanya langsung ada disini. Akan tetapi juga di ikuti secara online,” terang Khofifah. (red)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih