Hanya Minum Air Selama dua Hari, Akhirnya Yuli Meninggal Dunia
MERAHPUTIH|BANTEN – Dampak virus Covid-19 berimbas pada perekonomian keluarga Yuli dan Kholil warga Kelurahan Lontar Baru Kota Serang, Banten. Yuli dan Kholil bersama empat orang anaknya, kelaparan karena tidak makan selama dua hari.
Yuli mengatakan, keluarganya tak makan selama dua hari selama wabah pandemi Covid-19. Tak ada yang bisa dilakukan, kecuali hanya berdiam diri di rumah.
Sementara rasa lapar gak bisa ditahan, Yuli mengaku hanya minum air saja. Akhirnya Yuli meninggal dunia pada Senin (20/4), Yuli Nur Amelia sempat viral melalui video. Sebab, dia menangis di depan camera seraya menyatakan, keluarganya kelaparan karena selama dua hari belakangan hanya minum air putih saja. Sekeluarga Yuli termasuk yang terdampak tak bisa lagi mengais rejeki karena COVID-19.
Tuhan Berkehendak lain, meski akhirnya sempat dibantu pemerintah, tetapi penanganannya diduga telat. Hingga akhirnya Yuli meninggal pada pukul 15.00 kemarin.
“Saya datang sekitar 16.30 ke rumah duka. Sebab meninggalnya saya tidak tahu, saya tahunya itu ketika almarhum sedang dibawa ke Puskesmas Singandaru, sebelum sampai sudah tidak ada nyawa,” kata Camat Serang Tb. Yassin.
Camat Serang mengenang, saat dirinya mendatangi kediaman mendiang Yuli pada Minggu (19/4), Yuli terlihat dalam kondisi segar bugar. Yassin mengaku, tidak melihat adanya tanda-tanda bahwa mendiang sedang menderita suatu penyakit.
“Segar kok kondisinya. Sempat berbicara dengan saya juga. Sempat foto-foto dan berbicara. Jadi memang ketika mendengar bahwa hari ini beliau meninggal, saya cukup kaget. Cuma mungkin itu cara Allah untuk memberikan jalan yang terbaik,” katanya.
Sementara, Kholid suami Yuli juga terkejut dengan kepergian Yuli. Sebab, pagi sampai siang hari kondisi Yuli tidak menemukan tanda-tanda sakit
Yuli seperti biasa berinteraksi bersama dengan empat anaknya. “Segar dari pagi. Siang sekitar jam dua (14.00 WIB) saya dikasih tahu anak saya. Ayah, bunda pingsan,” ujar Kholid.
Namun, beberapa saat setelah dibawa ke Puskesmas sang istri menghembuskan nafas terakhirnya. (red/*)
Editor : Lasiono
Harian Merah Putih