Ditengah Pandemi, Operator Liga Italia Ngotot Kompetisi Dilanjutkan

PANDEMI COVID-19: Seorang pendukung melihat pengumuman penundaan laga AC Milan melawan Genoa di stadion San Siro, Milan, Minggu (1/3/2020). Sejumlah pertandingan Serie A ditunda karena merbaknya virus corona di negara itu. ANTARA FOTO/REUTERS/Flavio Lo Sc
PANDEMI COVID-19: Seorang pendukung melihat pengumuman penundaan laga AC Milan melawan Genoa di stadion San Siro, Milan, Minggu (1/3/2020). Sejumlah pertandingan Serie A ditunda karena merbaknya virus corona di negara itu. ANTARA FOTO/REUTERS/Flavio Lo Sc

MERAHPUTIH| ITALIA- Meski pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, tapi operator Liga Italia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan musim ini. Ide ini tidak disetujui tujuh klub karena pandemi COVID-19 masih menghantam Italia.

"Dewan Liga Italia yang bertemu pada hari ini dengan suara bulat mengonfirmasi niatnya untuk menyelesaikan musim 2019/2020, jika pemerintah mengizinkan untuk dilanjutkan," demikian pernyataan operator liga seperti dikutip dari AFP, pada Senin waktu setempat.

Dalam pernyataan itu ditambahkan pula jika liga dimulai kembali maka kompetisi itu akan mematuhi semua regulasi FIFA, UEFA, dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) serta patuh kepada protokol-protokol medis demi melindungi para pemain.

Brescia, Torino, Sampdoria, Udinese, SPAL, Genoa, dan Cagliari dilaporkan tidak ingin melanjutkan kompetisi, karena mereka beranggapan risikonya terlalu besar.

Enam dari tujuh klub di atas berlokasi di Italia utara, wilayah yang paling parah dihantam pandemi COVID-19 di negara tersebut.

Kompetisi sepak bola di Italia telah dihentikan sejak 3 Maret, sedangkan "lockdown" yang telah ditetapkan pemerintah kini diperpanjang sampai 3 Mei.

Menteri Olahraga Vincenzo Spadafora akan melakukan pertemuan dengan FIGC pada pertengahan pekan. Namun ia menegaskan dirinya tidak bisa menjamin apapun, bahkan sekedar mengizinkan tim melakukan latihan bersama.

"Saya tidak memberi jaminan apapun untuk dimulainya kembali kompetisi atau tim dapat berlatih kembali pada 4 Mei, jika kondisi-kondisi di negara ini belum membaik," kata Spadafora kepada Tg2 Post.

"Saya akan mengevaluasi dengan sangat berhati-hati, namun ini tidak boleh menciptakan ilusi bahwa melanjutkan latihan berarti meneruskan kompetisi," tambahnya.
Hingga saat ini Italia mencatat 23.660 kematian akibat infeksi virus corona dengan 178.972 kasus. Pekan lalu pada Minggu (12/4) Italia juga melaporkan 431 kematian baru per hari dan menjadi angka terendah sejak 19 Maret. (ant/ono)

 

Editor : Eko Yudiono