Sinergitas dan Kolaborasi Kunci Sukses Percepatan Vaksinasi di Jatim
MERAHPUTIH I SURABAYA - Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur mewujudkan herd immunity terus dilakukan. Gerakan vaksinasi dari berbagai elemen strategis termasuk berbasis kampus terus serentak digelar di beberapa kabupaten/kota di Jatim.
Setelah sehari sebelumnya meninjau pelaksanaan vaksinasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), hari Rabu (4/8), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang bertajuk Gerakan UINSA Sehat Vaksinasi Massal di Sport Center UINSA. Vaksinasi yang diadakan tanggal 4-5 Agustus 2021 ini merupakan bentuk sinergi dari UINSA, Pemprov Jatim bersama Pemkot Surabaya.
Tak hanya meninjau, orang nomor satu di Jatim itu juga menyapa sekaligus memberikan semangat kepada peserta vaksinasi, tenaga vaksinator, tenaga kesehatan maupun tim administrator.
Khofifah mengatakan sinergitas dan kolaborasi menjadi kunci sukses percepatan layanan vaksinasi bagi masyarakat di Jatim. Karenanya, maksimalisasi sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai elemen strategis atau stakeholder tentunya akan mempercepat capaian vaksinasi di Jatim.
“Apakah berbasis kampus, berbasis tempat-tempat pelayanan kesehatan (yankes), atau berbasis perusahaan-perusahaan. Kita memaksimalkan sinergitas dan kolaborasi dari seluruh stakeholder dalam pentahelix approach untuk mempercepat capaian vaksinasi,” ujar Mantan Mensos RI ini.
Khofifah menambahkan, dalam menerapkan sinergitas dan kolaborasi, Dinas Pendidikan Jatim diminta fokus untuk melakukan koordinasi dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi. Sementara Dinkes Jatim menyinergikan dengan semua elemen strategis di Jatim.
Terkait penyelenggaraan vaksinasi di UINSA, Khofifah menyebut bahwa ini merupakan wujud dari sinergitas dan kolaborasi dengan pendekatan pentahelix antara pemerintah provinsi, pemerintah kota dan perguruan tinggi. Dimana, UINSA menyiapkan tempat dan kegiatan vaksinasi, Pemprov Jatim menyiapkan dosis vaksin, sementara Pemkot Surabaya menyiapkan nakes dan tenaga vaksinator.
“Inilah sebetulnya program gotong royong, guyub rukun menjadi penting. Kita harus bergandengan tangan membangun sinergitas dan kolaborasi untuk bersama-sama memberikan layanan percepatan vaksinasi bagi masyarakat,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.
“Jadi ini akan menjadi format kebersamaan, kegotongroyongan, keguyubrukunan di antara seluruh stakeholders di Jatim,” tambah Khofifah.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah menjelaskan, terdapat sebanyak 4,2 juta masyarakat di Jatim yang masuk tahap vaksin dosis kedua sudah jatuh tempo. Karenanya, ini memerlukan support pasokan vaksin dari pemerintah pusat dan telah dilaporkan kepada Menteri Kesehatan RI dan Mendagri.
“Mudah-mudahan bisa segera disupport, dan disupply kebutuhan vaksinnya. Sehingga kita bisa memberikan dosis kedua yang sudah jatuh tempo,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UINSA Surabaya, Prof. Masdar Hilmy menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi bagi Keluarga Besar UINSA merupakan bagian dari kepedulian sosial kampus di tengah pandemi saat ini. Hal ini menjadi upaya preventif aktif kampus, guna memastikan Keluarga Besar UINSA terlindungi secara baik melalui vaksinasi.
“Ini merupakan alasan kemanusiaan, sehingga kami berharap dukungan dari segenap keluarga besar UINSA agar pelaksanaan vaksinasi ini berjalan lancar,” ujar Prof. Masdar.
Rektor merasa sangat bersyukur mendapatkan peluang vaksinasi masal sebanyak 5000 dosis untuk dosen, Tenaga Kependidikan, mahasiswa dan alumni.
“Saya berterimakasih kepada Gubernur dan Pemprov Jatim yang sudah menyediakan vaksin sebanyak itu untuk kami” imbuh Prof. Masdar.
Kaitannya dengan kesiapan Proses Belajar Mengajar (PBM), Rektor menegaskan bergantung pada perkembangan persebaran Covid-19 dan kebijakan pemerintah.
“Jika diinstruksikan oleh Kementerian untuk menyelenggarakan PBM secara blended (daring+luring) kita harus siap,” tukas Prof. Masdar. (red)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih