Gubernur Khofifah Kirimkan Bingkisan kepada 148 Pejuang Kemerdekaan

Gubernur Khofifah memberangkatan relawan pengantar bingkisan kepada para janda Perintis Kemerdekaan, para Perintis Kemerdekaan, serta Keluarga Pahlawan dari halaman Gedung Negara Grahadi Kota Surabaya,Senin (16/8).  foto foto : prasetyo
Gubernur Khofifah memberangkatan relawan pengantar bingkisan kepada para janda Perintis Kemerdekaan, para Perintis Kemerdekaan, serta Keluarga Pahlawan dari halaman Gedung Negara Grahadi Kota Surabaya,Senin (16/8). foto foto : prasetyo

MERAHPUTIH I SURABAYA - Momentum peringatan HUT RI ke 76 tahun 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), memberikan bingkisan yang berisi kebutuhan sehari hari, kepada para janda Perintis Kemerdekaan, para Perintis Kemerdekaan, serta Keluarga Pahlawan,Senin (16/8).

Total ada sebanyak 148 orang sasaran dari perintis kemerdekaan, keluarga pahlawan dan juga janda perintis kemerdekaan yang akan diberikan bingkisan oleh Pemprov Jawa Timur. Mereka tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Pemberangkatan relawan yang dilakukan langsung dari halaman Gedung Negara Grahadi Kota Surabaya tersebut juga diikuti oleh jajaran Kepala OPD dan juga para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Gubernur Khofifah mengatakan, ini sebagai bentuk perhatian bagi para pejuang kemerdekaan, perintis kemerdekaan dan janda perintis kemerdekaan, agar mereka bisa teringankan beban hidupnya.

Tidak hanya itu, pada relawan yang bertugas, secara khusus ia juga berpesan untuk menyampaikan salam hormat dan terima kasih. Bahwa perjuang yang telah dilakukan telah membawa manfaat yang bisa dinikmati oleh seluruh bangsa.

Lebih lanjut, Khofifah juga meminta relawan yang turun langsung ke lapangan untuk sekaligus melakukan pendataan. Bagi pejuang dan perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, yang rumah tinggalnya kurang layak, maka harap didata.

“Karena bagi yang rumahnya tidak layak huni, kami siapkan rumah tinggal layak huni. Terutama yang sebatang kara. Supaya bisa kami bantu,” tegasnya.

Sejatinya dalam anggaran APBD Pemprov Jatim banyak anggaran yang didedikasikan sebagai perhatian untuk masyarakat lansia. Anggaran prioritas diwujudkan dalam program PKH Plus khusus untuk lansia.

Namun jika PKH Plus tersebut sudah tidak cukup untuk membenahi rumah yang rusak, rumah yang reyot, maka bisa diajukan untuk program lain untuk intervensi rumah tinggal layak huni.

“Maka PKH Plus kalau nggak cukup membenahi rumahnya yang bocor atau yang reyot, maka butuh intervensi rumah tinggal layak huni. Oleh karena itu, titip untuk mendata rumah tidak layak huni agar bisa kota bantu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jatim, M. Alwi menuturkan, berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, pemberian bingkisan pada tahun ini diserahkan kepada yang bersangkutan. Tahun sebelumnya, mereka diundang ke Grahadi.

"Kebijakan Ibu gubernur sejak tahun kemarin ada arahan bantuan ini diantar ke rumah masing-masing dengan melibatkan teman-teman Tagana dan TKSK," katanya.

Jumlahnya 148 penerima, masing masing keluarga pahlawan 13 orang, janda perintis kemerdekaan itu 126 orang, dan perintis kemerdekaan 9 orang.

"Paling banyak dari Sumenep. Yang jelas sembako, alat kebutuhan yang dibutuhkan mereka," pungkasnya.(red)

Editor : prass prasetyo