Keberadaan Pos Covid-19 di Wilayah Gresik Akan Dievaluasi

Ketua AKD Kabupaten Gresik, Nurul Yatim. (foto : yar/hmp)
Ketua AKD Kabupaten Gresik, Nurul Yatim. (foto : yar/hmp)

MERAHPUTIH|GRESIK - Kasus pengrusakan pos Covid-19 di Desa Mojopuro Wetan, membuat resah Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kabupaten Gresik. Peristiwa ini dianggap bisa saja terjadi di desa-desa lain. Karena angka pengangguran akibat wabah Covid-19 terus bertambah.

Ketua AKD Kabupaten Gresik, Nurul Yatim, dan beberapa kepala desa, mengunjungi kantor Polsek Bungah untuk mendalami perkembangan terakhir kasus ini. "Dari keterangan yang kami dapat dari kepolisian, memang pelaku masih dalam pencarian, semoga cepat tertangkap," ujar Nurul Yatim, Seleasa (21/04).

Para kepala Desa merasa perlu mengevaluasi kembali pendirian pos-pos Covid-19 di wilayah mereka. Karena bisa saja kejadian di Mojopuro Wetan, terjadi di wilayah lain.

"Kami perlu mendalami dan mengedukasi petugas-petugas pos atau portal Covid-19. Apakah mereka sudah santun, dan apakah warga sudah menerima dengan baik keberadaan pos-pos itu," lanjut Nurul Yatim menambahkan.

Portal atau pos-pos Covid-19 cukup merata didirikan di seluruh desa di Kabupaten Gresik. Hal ini perlu juga dibarengi dengan penerimaan yang baik di masyarakat. "Jangan sampai masyarakat malah merasa terganggu. Maka selain edukasi, rasa kepedulian sesama, perlu ditingkatkan," pungkas Nurul Yatim.

Meski masih dalam pencarian, aparat kepolisian Polsek Bungah menduga ada unsur ketidak sadaran dari SS dalam melakukan pengrusakan pos Covid-19 di Mojopuro Wetan. Sebelum melakukan aksinya, SS diduga dalam pengaruh alkohol. Keterangan ini juga sama dengan yang diyakini warga di tempat kejadian. (Yar)

 

 

 

Editor : Lasiono