Pekerja Migran Indonesia Asal Jatim Siap ke Hong Kong
MERAHPUTIH I SURABAYA - Pengumumkan dari Pemerintah Hong Kong malalui Konsulat Jenderal RI di Hong Kong tentang menerapkan kebijakan terbaru bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang sudah bisa masuk dan bekerja di Hong Kong mulai Senin, 30 Agustus 2021 kemarin disambut baik oleh Pemerintah Privinsi Jawa Timur.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) telah menyampaikan beberapa persyaratan untul bisa bekerkja di Hong Kong. Di antaranya calon PMI harus mendapatkan vaksin lengkap yang telah melewati masa 14 hari sejak vaksin dosis kedua.
Selain membawa dokumen perjalanan dan kontrak kerja yang diperlukan PMI juga diwajibkan membawa sertifikat vaksinasi dosis pertama dan kedua yang telah diverifikasi oleh Kementerian RI, surat hasil negatif tes PCR yang dapat diperoleh 72 jam sebelum keberangkatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya sebenarnya para calon PMI dari Malang, Blitar, Kediri dan Tulungagung ini sejak awal pandemi sudah siap berangkat ke Hongkong.
"Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) sudah menyiapkan semuanya sejak awal pandemi, jadi ketika ada kabar dibuka sudah langsung siap. Begitu juga dengan calon PMInya," kata Himawan Estu, Selasa (31/8).
Himawan menyampaikan, saat ini ada 180.000 PMI di Hong Kong yang 30 persennya atau sekitar 60.000 PMI berasal dari Jawa Timur.

"Jadi Taiwan dan Hongkong adalah negara yang paling ideal dan paling disukai oleh tenaga kerja kita. Bahkan pemberi kerja juga suka dengan PMI khususnya dari Jatim karena kerjanya "mateng" dan serius," katanya.
Menurutnya tidak ada kendala untuk menyiapkan keberangkatan PMI ini. Karena ke Hongkong ini legal dan dipastikan tidak ada yang ilegal. "Kabar dibukanya PMI ke Hongkong ini menjadi kabar yang baik karena sempat mampet sejak ada pandemi Covid-19 ini," jelasnya.
Lebih lanjut Himawan mengatakan ada sekitar 16.000 lebih PMI dari Jatim yang akan diberangkatkan. Nantinya awal September juga akan diberangkatkan lagi.
"Jadi 16.000 PMI ini kemungkinan juga berasal dari 23.000 PMI yang dipulangkan karena habis kontrak kerjanya," tuturnya.

Sementara itu terkait vaksinasi, menurut Hinawan P3MI sudah menyiapkan ini. Akan tetapi jika vaksinasi dosis kedua kurang, dirinya akan melakukan koordinasi dengan Gubernur Jatim untuk mendapatkan prioritas.
"supaya vaksinasi terhadap PMI yang akan berangkat didahulukan agar tidak menjadi beban buat mereka," pungkas Himawan. (dpr)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih