Penanganan Covid-19 di Jatim, Ini Datanya

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Foto: HMP/Prasetyo)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Foto: HMP/Prasetyo)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Ini update terkini data penanganan dan penanggulangan pasien Corona Virus Diseases (Covid-19) oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur. Sebanyak 603 Corfirm (masih dirawat ada 444 orang); 2.255 orang berstatus PDP (masih diawasi ada 1.259 orang); untuk yang ODP ada 17.107 orang (masih dipantau 6.662 orang).

Rinciannya, yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 15 orang. Itu berasal dari Kabupaten Bangkalan 1 orang, Kabupaten Sidoarjo 3 orang dan Surabaya 11 orang.

“Hari ini yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 15. Total, menjadi 603 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 444 orang masih dirawat, 101 orang sembuh. Ada 58 orang meninggal dunia,” urai Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Posko Gugus Tugas Covid-19, Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (21/4), malam.

Gubernur Khofifah juga mengaku bersyukur, ada pasien dalam perkembangannya terkonversi negatif atau sembuh. Dua pasien itu, satu dari Sidoarjo dan satu orang asal Surabaya. Namun, kalimat duka juga diucapkan lantaran ada pasien yang meninggal dunia, 2 orang dari Surabaya.

Untuk kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata Khofifah bertambah sebanyak 112 kasus. Sehingga akumulasinya menjadi sebanyak 2.255 kasus di seluruh Jatim.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 1.259 orang masih diawasi, sebanyak 824 orang sudah tidak diawasi karena tidak ditemukan gejala klinis lagi, dan 172 orang lainnya meninggal dunia,” bebernya.

Sedangkan untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), hari ini bertambah sebanyak 337 kasus, jadi jumlahnya menjadi 17.107 kasus ODP, di seluruh Jatim.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 6.662 orang masih dipantau, kemudian sebanyak 10.406 orang sudah tidak dipantau dan sebanyak 39 orang yang meninggal dunia,” jelas Gubernur.

Ia juga mengapresiasi kepada para kepala desa dan lurah karena jumlah ruang observasi berbasis desa/kelurahan terus meningkat, sehingga prosentase di Jatim merupakan yang tertinggi dibanding provinsi lain di Indonesia.

“Sekarang ada sekitar 7.350 desa/kelurahan yang memiliki ruang observasi atau setara dengan 86,3 persen. Sedangkan yang sudah terpakai sebanyak 267 dengan jumlah pasien yang diisolasi sebanyak 1.469 orang,” bebernya.

Pihaknya terus mendorong khususnya untuk enam kota di Jatim, Surabaya, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Batu dan Kota Probolinggo supaya bisa lebih dimaksimalkan. Karena prosetase ruang observasi berbasis kelurahan baru mencapai dibawah 20 persen.(tji)

Editor : Tudji Martudji