Gubernur Khofifah Minta OPD Segara Realisasikan Program APBD 2022
MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera merealisasikan program Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022.
Hal itu disampaikan gubernur saat memimpin apel pagi bersama Wakil Gubernur Jatim, emil Elestianto Dardak, Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono yang diikuti jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim Senin (10/1/2022).
"Jadi kalau ada kaitan dengan proyek infrastruktur di Jatim ini kan ada bidding proyek yang segera dilakukan sudah final ini bagus. Tapi juga ada proyek infrasturktur proses lelangnya lama atau lelang ulang. Maka itu saya harap proses proyek infrastruktur ini segera dilakukan percepatan pembangunannya jangan sampek ditunda," katanya.
Gubernur berterima kasih kepada seluruh karyawan Bapenda Provinsi Jatim yang bekerja keras. Dimana dari target pendapatan sebesar Rp 32,9 triliun, sampai dengan 31 Desember 2021 telah terealisasi Rp 34,2 triliun. Kalau secara prosentatif realisasi pendapatan secara nasional yaitu menjadi tertinggi pertama sevara nasional, yakni mencapai 103, 97 persen.
"Dimana sebagai besar suport anggaran APBD ini dari seluruh karyawan Bapenda."ucap gubernur.
Kepada seluruh masyarakat di Jatim gubernur mengingatkan, tetap membangun kewaspadaan terhadap varian baru covid 19. Dimana tahun lalu di DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus covid 19, maka di Jatim satu bulan lalu juga ikut mengalami kenaikan.
"Mobilitas masyarakat mulai tinggi, tapi kita tidak harus panik Maka itu kita harus tetap melaksanakan Protokol kesehatan (Prokes) secara ketat setiap pelayanan yang ada di Pemprov Jatim. dan layanan kesehatan kita sudah siagakan sejak Nopember lalu," ujarnya.
Ketika ditanya terkait vaksin booster (vaksinasi dosis ketiga), Gubernur Khofifah menyebut bahwa kick-off akan dilakukan 12 Januari 2022, tapi sampai saat ini pemprov belum menerima Standard Operating Procedure (SOP)-nya.
“Kita tunggu saja, siapa tahu nanti siang atau nanti sore. Kalau ada SOP, dengan stock vaksin yang ada, kemudian layanan ini prioritas kepada siapa. Kalau nakes kan rata-rata sudah. Setelah nakes, mana yang berada di pelayanan-pelayanan publik. Tetapi kita tetap menunggu SOP dari Kemenkes, meskipun ini sudah tanggal 10 Januari,” bebernya.
Informasi awal, kick-off untuk booster akan dilakukan tanggal 12 Januari. Namun ia belum tahu, apakah kick-off itu hanya berlaku di Jakarta atau serentak, sehingga masih akan dikoordinasikan dengan Kemenkes.
“Saya tetap mengkoordinasikan apakah tanggal 12 itu kick-off di Jakarta atau serentak. Jadi teman-teman sabar sampai SOP-nya keluar,” pungkas Khofifah. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih