Pelepasan 27 Mahasiswa PMM Di Untag Surabaya Terbekali Materi Modul Nusanta

MERAHPUTIH I SURABAYA - 54 hari program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM DN) berlangsung, kini 27 peserta harus kembali ke daerahnya. Sebagai tanda perpisahan, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar pelepasan mahasiswa peserta program PMM DN Tahun 2021 pada Rabu (19/1) di Gedung Graha Prof. Dr. H. RoeslanAbdulgani.

Selain digela rsecara langsung, kegiatan ini juga diikut ipeserta PMM yang sudah kembali ke daerah asalnya secara luring. Turut hadir langsung Rektor Untag Surabaya beserta Wakil Rektor I dan II, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dekan dar iseluruh fakultas, Tim MBKM, dan Dosen Modul  Nusantara.

Pada program PMM ini Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM DN) mengikuti  perkuliahan dan mengikuti kegiatan modul nusantara. Rektor Untag Surabaya Mulyanto Nugroho menyampaikan pesan kepada peserta PMM DN untuk terus mengisi kemerdekaan dengan jiwa patriot sejati dan tidak mendahulukan egosentris. Walaupun kebersamaan hanya terjalin singkat, namun mereka sudah seperti  saudara.

“Artinya,semboyan Bhineka Tunggal Ikaitu nyata adanya, walaupun berbeda tetapi tetap satu. Selama kalian di sini salin menghormati antar suku dan agama,” kata Mulyanto Nugroho.

Turut melepas mahasiswa peserta PMM DN, Wakil Rektor I, Harjo Seputro, menambahkan salah satu capaian dari kegiatan iniadalah kompetensi sosial. Tujuannya untuk menyatukan berbagai latar belakang perbedaan prodi, suku, agama dari daerah masing-masing.

“Jadikan ini menjadi pemicu dalam bersilaturahmi, bergotong royong, dan berbaur, ” kataHarjo.

Harjo juga menyampaikan akan sangat terbuka menerima kembali mahasiswa PMM di tahun 2022 dan kami akan membuat program yang lebih inovasi.

Pada kesempatan tersebut, lima perwakilan peserta menyampaikan kesan dan pesan. Mahasiswa Universitas Prima Indonesia - Agung Edo Sihombing berterima kasih kepada Untag Surabaya telah memberikan fasilitas yang mumpuni serta dosen yang dapat membimbing dan mengenalkan budaya Surabaya, dia mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga Untag Surabaya.

Mahasiswa Universitas Tadulako – Mohammad Nuralify yang inginbertahan lama di Untag Surabaya namun harus kembali ke daerahnya dan berharap angkatan keduadapat dilakukan dengan jangka waktu lebih lama.

Mahasiswa Universitas Negeri Makassar – Muhammad Arsilberharap agar dapat mengimplementasikan ilmunya ke daerah masing-masing seperti kata Ki Hajar Dewantara. “jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya – Ika Al Qinaya, “katanya Surabaya ituKota Pahlawan, tapiternyata Surabaya itu Kota Kenangan.”

Sebagai penutup, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo – Nurnaningsih Abas berpesan agar angkatan dua janganada yang pulang terlebih dahulu untu merasakan kebersamaan yang lebih lama lagi, “Untag Surabaya sangat keren jadi  tidak ada alas an untuk kalian pulang.”

Sementara, Dosen Modul Nusantara – Eddy Wahyudi, menceritakan sedikit pengimplementasian modul  nusantara yang telah dilakukan peserta PMM DN yakni melakukan refleksi atau mengevaluasi materi, mendatangkan nara sumber yang inspiratif, dan melakukan kontribusi social dengan mengajar di TPA Kalijudan dan pengabdian di desa binaan.

“Ada perubahan kelembagaan dari masyarakat lokalisasi, masyarakat rostitusi dibudidayakan untuk kegiatan ekonomi." Ucap eddy wahyudi.

Tim Pokja MBKM – Dwi Harini Sulistyawati memandang PMM ini seperti miniatur Indonesia yang menyatu dalam keberagaman dan perbedaan bahkan peserta bias membaur dengan mahasiswa regular yang ada di Untag Surabaya. Menurutnya program PMM sangat bagus untuk mahasiswa, mereka diberi peluang untuk eksplor secara langsung dalam bidang industri maupun sosial.

“Ayo mahasiswa daftar dan pilih kegiatan yang kalian inginkan, karena akan menjadi pengalaman berharga untuk kalian," kata Dwi Harini.

Sebagai penutup, ada pantun yang disampaikan oleh Rini, “jalan-jalan menuju kolam, kolam ikan bertepi batu. Dari hati yang paling dalam, kami doakan semoga kalian sukses selalu” (red)

 

harianmerahputih.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top