Kades Fogi Diduga Selewengkan Dana Desa
MERAHPUTIH|KEPULAUAN SULA - Pemerintah Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) diduga menyelewengkan Alokasi Dana Desa ADD) untuk penanganan pandemi covid-19. Pasalnya, tidak ada transparansi dalam penggunaan anggaran, terutama untuk pembelian alat medis.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Fogi, Jahir Yoisangaji menjelaskan, anggaran penanganan Covid-19 senilai Rp 229.863.587 ini, dialokasikan untuk dua bagian. Yaitu Rp 150.000.000 untuk biaya tak terduga. Sedangkan Rp 79.863.587 diberikan untuk TIM Gugus Desa sebagai transportasi dan makan minum.
"Biaya tak terduga itu, misalnya, sewaktu-waktu ada warga Desa Fogi yang terindikasi Positif, maka akan digunakan untuk biaya obat atau makanan. Serta digunakan untuk belanja peralatan Alat Pelindung Diri (APD) dan Thermometer Aicere," ucap Jahir kepada harianmerahputih.id, Kamis (23/4).
Pria yang juga menjabat Sekretaris Tim Gugus Penanganan Covid-19 ini menyatakan, ada beberapa pembelian peralatan yang tidak relevan.
"Seperti APD senilai Rp 7.000.000. dan thermometer aicare juga senilai Rp 3.000.000.00. Ini berbeda dengan apa yang kami sampaikan. Satu pasang APD senilai Rp 3.000.000 dan thermometer aicare adalah senilai 1.500.000," kata Jahir.
Sementara itu Kepala Desa Fogi sekaligus Ketua Gugus Desa Fogi, Jailan Gelamona belum memberikan konfirmasi dengan alasan sibuk. "Masih sibuk urusan keluarga. Persiapan menjalang bulan suci Rhamadan," katanya. (cho/lmi)
Editor : Tukiman Sarmijan
Harian Merah Putih