Awal Puasa Ramadhan 1441 H Berdasarkan 82 Titik

Melihat Hilal dengan teropong khusus (Foto: NU Online)
Melihat Hilal dengan teropong khusus (Foto: NU Online)

MERAHPUTIH | JAKARTA - Hasil sidang isbat penentuan awal Ramadan 1441 H yang digelar Kementrian Agama (kemenag) pada Kamis (23/04/2020) menunjukkan hilal sudah memenuhi sarat. Sidang isbat diawali dengan pemantauan hilal oleh Kanwil Kemenag Provinsi yang hasilnya dilaporkan ke Ditjen Bimas Islam sebagai bahan penetapan.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menjelaskan hasil rukyatul hilal menjadi dasar pengambilan keputusan sidang isbat. Ditengah pandemi Corona Covid-19 ini, Kanwil Kemenag tetap diminta melakukan rukyatul hilal bersama Pengadilan Agama atau Mahkamah Syariah, instansi terkait, ormas Islam dan tokoh masyarakat setempat.

Pihaknya kata dia sudah menyiapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan rukyatul hilal saat pandemi Corona Covid-19. Aturan itu sudah dikirim ke Kanwil Kemenag agar dijadikan panduan dalam pemantauan hilal.

"Peserta harus dibatasi, maksimal 10 orang dan menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan serta senantiasa physical distancing selama pandemik Covid-19," kata Kamaruddin.

Rukyatul hilal dilaksanakan oleh petugas Kanwil Kemenag Provinsi bekerjasama dengan ormas Islam, BMKG, dan Mahkamah Agung. Mereka akan melakukan pemantauan hilal di 82 titik yang telah ditetapkan. Titik pantau terbanyak di Jawa Timur, 27 lokasi, dan Jawa Barat dengan 8 lokasi," terang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Senin
(20/4).

Menurutnya, sehubungan kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, sidang isbat akan digelar dengan skema berbeda. Pihaknya akan memanfaatkan sarana telekonferensi dalam sidang isbat tahun ini.

Di Jawa Timur, penentuan rukyat dilihat dari bukit Condrodipo Gresik, matahari akan terbenam pada pukul 17.26 WIB. 

“Pada saat itu tinggi hilal mar’i atau terlihat 3 derajat 19 menit dengan lama hilal di atas ufuk 15 menit 46 detik, sehingga hilal kemungkinan bisa terlihat,” kata H Shofiyulloh, Ketua PW LFNU (Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama) Jatim ini.

Setelah semua data terkumpul dari setiap provinsi yang ditunjuk, maka akan diserahkan ke kemenag dan disimpulkan hasilnya. Lebih lanjut, H.Shofiyulloh mengimbau kepada nahdliyin dan masyarakat umumnya untuk menaati keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni Jumat (24/4) menjadi awal pelaksanaan puasa Ramadhan 1441 H. (ayn/bbs)

 

 

Editor : Ayun Rahmawati