Simpatisan Bayu Airlangga Unjuk Rasa
MERAHPUTIH I SURABAYA - Sekitar seratus simpatisan partai Demokrat Jawa Timur kubu Bayu Airlangga menggelar aksi demo di depan Kantor DPD Demokrat Jatim di kawasan Kertajaya Indah Surabaya. Mereka menilai DPP Demokrat tidak demokratis karena memilih Emil sebagai ketua, padahal suara Bayu Airlangga lebih besar saat Musda.
Massa juga membawa sejumlah poster yang berisi tuntutannya. Misalnya bertuliskan 'Demokrat partai akrobat', 'Demokrasi sudah mati', 'Demokrat yang Tidak Demokratis' hingga 'Musda=Musyawarah Dagelan Wk Wk'.
Tak hanya itu, massa aksi juga menampilkan teatrikal seorang laki-laki berwajah putih yang terduduk lesu dengan diselimuti tali rafia. Hal ini mencerminkan matinya demokrasi di partai.
Selain itu, massa aksi juga membagikan tuntutannya ke sejumlah pengguna jalan hingga membakar dupa dan menaburinya dengan bunga 7 rupa.
"Kami menolak hasil keputusan pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, karena tidak mencerminkan sikap-sikap demokratis dalam pelaksanaannya," kata koordinator aksi, Taufik Hidayat atau Taufik Monyong di lokasi, Jumat (23/4/2022).
Pria yang merupakan mantan pengurus DPD Demokrat Jatim ini meminta partai untuk mengusut semua praktik kolusif di internal partai.
"Menuntut Ketua DPP Partai Demokrat untuk mengusut semua praktik-praktik yang kolusif di dalam pelaksanaan pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim," imbuhnya.
Gerakan Rakyat untuk Demokrasi menyatakan 5 sikap :
1. Menolak hasil keputusan pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, karena tidak mencerminkan sikap-sikap demokratis dalam pelaksanaannya
2. Menuntut kepada DPP Partai Demokrat mengusut semua praktik-praktik kolusif dalam pelaksanaan pemilihan ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur
3. Memberikan sanksi yang tegas kepada seluruh panita pelaksanaan Musyawarah Daerah Partai Demokrat Jawa Timur yang telah menyelewengkan tujuan pelaksanaan musda tersebut kepada tujuan-tujuan pribadi dan mengabaikan tuan besar yaitu tujuan Partai Demokrat
4. Menuntut tetap tegaknya demokrasi dalam tubuh Partai Demokrat tanpa kolusif dan rekayasa serta berkeadilan
5. Menolak praktik pelaksanaan sistem demokrasi terpimpin yang otoriter yang mencerminkan rezim layaknya orde baru pada era reformasi.
Sebelumnya, dalam Musda Demokrat Jatim yang digelar 20 Januari 2022, Bayu Airlangga mendapat dukungan 25 DPC. Sementaraitu, Emil Elestianto Dardak meraih 13 dukungan DPC. Namun, DPP justru memutuskan Emil Dardak sebagai Ketua Demokrat Jatim. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih