Puasa Mampu Memangkas Lemak Perut

Batasi makan agar puasa memberi manfaat baik pada tubuh.  Foto: Pras/HMP
Batasi makan agar puasa memberi manfaat baik pada tubuh. Foto: Pras/HMP

MERAHPUTIH|SURABAYA- Puasa Ramadan seperti yang diwajibkan kepada umat Islam yang tertulis dalam Quran ternyata memberikan banyak manfaat bagi tubuh manusia. Manfaat ini justru diungkap dari sudut pandang sains.
Diungkap oleh Sainsasa, puasa dapat mengurangi berat badan dan lemak perut. Terutama bagi pemilik berat badan berlebihan. Dua hingga tiga minggu di awal puasa dapat mengurangi 3-4 persen berat  badan. Sementara setelah 8-12 minggu, sebanyak 6-8 persen berat badan juga akan turun. Berat badan yang hilang ini sebanyak 75-90 persen adalah lemak tubuh. Seiring dengan pengurangan lemak tubuh ini, perut yang semula buncit akan mengecil. Bila ingin mendapatkan goal berat badan ideal tentunya ada pengaturan pada pola makan saat berbuka dan sahur. Hindari makan berlebihan saat berbuka, demikian pula saat sahur.

Pilih makanan yang aman saat berbuka puasa, misalnya dengan mengonsumsi kurma dan minum air putih. Berikan jeda kemudian lanjutkan dengan makanan berat, atau menu utama.

Sumber lainnya juga menyebutkan, yakni healtline menyebutkan ada beberapa point penting manfaat puasa bagi tubuh, di antaranya;

1. Meningkatkan Kontrol Gula Darah dengan Mengurangi Resistensi Insulin.
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan kontrol gula darah, yang bisa sangat berguna bagi mereka yang berisiko diabetes. Faktanya, satu penelitian pada 10 orang dengan diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa puasa intermiten jangka pendek secara signifikan menurunkan kadar gula darah. Sementara itu, ulasan lain menemukan bahwa puasa intermiten dan puasa alternatif sama  efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin. Mengurangi resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh Anda terhadap insulin, sehingga memungkinkannya untuk memindahkan glukosa dari aliran darah Anda ke sel-sel Anda dengan lebih efisien. Ditambah dengan efek penurun gula darah potensial puasa, ini bisa membantu menjaga gula darah Anda stabil, mencegah lonjakan dan crash dalam kadar gula darah Anda.  Perlu diingat bahwa beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat mempengaruhi kadar gula darah secara berbeda untuk pria dan wanita.

2. Dapat Meningkatkan Kesehatan Jantung dengan Meningkatkan Tekanan Darah, Trigliserida dan Tingkat
Kolesterol.

Penyakit jantung dianggap sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia, terhitung sekitar 31,5 persen kematian secara global. Mengubah pola makan dan gaya hidup Anda adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Satu studi kecil mengungkapkan bahwa puasa delapan minggu bergantian mengurangi kadar kolesterol "jahat" LDL dan trigliserida darah masing-masing sebesar 25 persen dan 32 persen. Studi lain pada 110 orang dewasa yang gemuk menunjukkan bahwa puasa selama tiga minggu di bawah pengawasan medis secara signifikan menurunkan tekanan darah, serta kadar trigliserida darah, kolesterol total dan kolesterol LDL "jahat".
Selain itu, satu penelitian pada 4.629 orang yang terkait puasa dengan risiko penyakit arteri koroner yang lebih rendah, serta risiko diabetes yang secara signifikan lebih rendah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

3. Dapat Meningkatkan Fungsi Otak dan Mencegah Gangguan Neurodegenerative.


Meskipun penelitian sebagian besar terbatas pada penelitian pada hewan, beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat memiliki efek yang kuat pada kesehatan otak. Satu studi pada tikus menunjukkan bahwa mempraktekkan puasa berselang selama 11 bulan meningkatkan fungsi otak dan struktur otak. Penelitian pada hewan lain telah melaporkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan pembentukan sel-sel saraf untuk membantu meningkatkan kognitif.

Dan masih banyak manfaat secara fisik yang dirasakan manusia dnegan berpuasa. Menahan makan dan minum selama waktu tertentu juga menjadi efek detoks tubuh, memperbaiki sel-sel tubuh yang sudah tidak lagi berfungsi dengan baik.

Di sisi lain, puasa juga menenangkan batin, kepasrahan kepada Sang Pencipta lebih dekat sehingga muncul ketenangan jiwa. (ayn/red)

 

Editor : Ayun Rahmawati