MERAHPUTIH I MALANG - Bupati Malang, M. Sanusi kembali datang ke lokasi bencana banjir Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, pada Senin (17/10) malam.
Bupati Sanusi memantau langsung proses penanganan lanjutan warga masyarakat kurang lebih berjumlah 540 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Tak terkecuali, kesiapan Posko meliputi keberadaan Dapur Umum dan stok logistik makanan minuman, peralatan kebencanaan dan pelayanan Puskesmas setempat. Bupati juga datang untuk menyerahkan bantuan mie instan.
Baca juga: Musda Xl Golkar Magetan Di Surabaya, Ali Mufthi Harap Ketua Terpilih Segera Konsolidasi
''Curah hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab banjir. Khusus untuk Desa Sitiarjo, disini merupakan muara dari air sungai yang ada di Sumbermanjing Wetan. Muaranya hanya satu, ketemunya disini. Evakuasi terus dilakukan sembari menunggu dan berharap air kembali surut. Kita upayakan, khusus yang ada di Rawa Teratai ini, masyarakatnya siap dengan kegiatan mitigasi, jadi mereka punya tempat di atas. Bahkan, mobil pun parkirnya di atas rumah. Hanya bagian yang di bawah yang terendam, bagian atas masih bisa dijadikan tempat tinggal," jelas Bupati Malang saat bertemu awak media di Posko Bencana Sitiarjo.
Sanusi lantas menyebut, dirinya telah mendapat informasi terjadi bencana terjadi di beberapa titik, hari ini. Info sementara hingg malam ini, meliputi di Desa Lebakharjo dan Pujiharjo, Purwodadi yang ada di wilayah Kecamatan Ampelgading, Desa Sitiarjo, Tamban, Sumberagung, Harjokuncaran di Kecamatan Sumbermamjing Wetan, Desa Sukodono dan Srimulyo, Kecamatan Dampit. Namun diakuinya yang terparah adalah banjir di Desa Sitiarjo hingga mengakibatkan 540 KK tersebut.
''Untuk totalnya yang terdampak akibat bencana se Kabupaten Malang, belum tertotal semua, karena hingga malam ini masih terus dilakukan pendataan dan asesmen. Banjir bandang ini terjadi cukup mendadak, air sungai hingga meluap ke pemukiman warga. Hingga malam ini, masih terus dilakukan pendataan oleh para Camat terhadap masing-masing wilayahnya, atas terdampak banjir. Namun alhamdulillah, sejauh ini tidak ada korban jiwa," tegasnya.
Khusus banjir di Sitiarjo bahwa akses jalan warga sementara ini beberapa masih bisa diakses warga. Itupun jika menggunakan motor. Namun Pemkab terus membantu warga masyarakat dengan menggunakan perahu karet. Sedangkan, untuk tempat pengungsian, pihaknya akan melihat perkembangan hingga besok. Jika memang nanti bisa surut, tidak perlu mengungsi.
Baca juga: Khofifah Perkuat Jejaring Jatim–Kepri Lewat Forum Silaturahmi di Batam
''Sehingga Dapur Umum, kita taruh di GKJW Sumbermanjing Wetan, yang juga dipersiapkan sebagai tempat pengungsian. Kapasitas Dapur Umum ini cukup besar dengan sekali masak itu teman-teman BPBD dibantu relawan bisa memproduksi 800 paket atau bungkus yang siap disalurkan ke warga masyarakat. Sehari bisa 1.800 paket makanan untuk warga terdampak musibah. Satu alat penanak nasi itu sekali memasak beras bisa 100 kilogram. Proses pembagian makanan diantar langsung BPBD bersama tim relawan gabungan, menggunakan perahu karet," pungkas Bupati Malang. (red)
Editor : prass prasetyo