MERAHPUTIH I SURABAYA - Lingkungan merupakan salah satu isu yang sering muncul di seputar dunia tambang. Tak terkecuali bagi perusahaan tambang emas di Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo (BSI). Isu Lingkungan seolah tidak pernah lepas dari aktivitas perusahaan tambang dalam melaksanakan kegiatannya.
Sebagai payung hukum, pemerintah telah menerbitkan berbagai peraturan yang bertujuan menjaga serta meminimalkan dampak atas aktivitas tersebut. Aturan-aturan itu memastikan perusahaan selalu menerapkan praktik-praktik pertambangan yang baik (good mining practices) dalam setiap kegiatannya. Praktik-praktik atas keselamatan dan kesehatan kerja, keselamatan operasi pertambangan, serta konservasi sumber daya merupakan upaya yang BSI lakukan dari hari ke hari.
Baca juga: Banyuwangi BMX Supercross 2025 Dibuka, Sirkuit Muncar Jadi Sorotan Dunia
Direktur Utama PT BSI, Adi Adriansyah Sjoekri menuturkan bahwa kegiatan lingkungan di perusahaannya meliputi pengelolaan pencemaran air, udara, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3); dan pemantauan kualitas lingkungan air, udara, dan tanah; merehabilitasi lahan; hingga menjaga keanekaragaman hayati.
Hingga saat ini, perusahaan telah mengidentifikasi 325 jenis flora and 190 jenis fauna terdapat di hutan Tujuh Bukit, termasuk Elang Jawa yang sangat langka dan dilindungi.
“Untuk rehabilitasi lahan, BSI telah berhasil mereklamasi 63,35 hektare area di Tujuh Bukit Operations, sejak 2016 sampai akhir 2021,” katanya.
Adi Sjoekri memastikan bahwa kinerja lingkungan di perusahaannya menerapkan prinsip-prinsip yang berstandar internasional. Oleh karenanya, perusahaan menerapkan ISO 14001 mengenai Environtmental Management System (EMS) yang sertifikatnya diperoleh pada 2015.
Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh perusahaan di bidang lingkungan berbuah manis tahun ini. Perusahaan berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus di ajang Good Mining Practices (GMP) Award 2022, yaitu aspek pengelolaan lingkungan hidup pertambangan, penerapan konservasi mineral dan batubara, dan pengelolaan keselamatan pertambangan.
.“Kami bahagia karena komitmen dan kinerja semua komponen perusahaan menunjukkan hasil yang positif,” sambungnya.
Baca juga: Prabowo Ingin Whoosh Melaju Sampai Banyuwangi: “Surabaya Zaman Dulu, Sekarang Banyuwangi”
Di bidang sosial, PT BSI terus memenuhi komitmennya dalam memberikan manfaat bagi parapemangku kepentingan. Dalam hal ini, masyarakat sekitar perusahaan adalah prioritas utama penerima manfaat.
Program tanggung jawab sosial perusahaan terealisasi melalui program-program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program-program ini bertujuan mengembangkan kehidupan sosial masyarakat serta pemberdayaan ekonomi.
Untuk periode 2021, PT Bumi Suksesindo menggelontorkan 31 miliar rupiah lebih untuk merealisasikan program-program PPM. Anggaran tersebut terserap ke dalam delapan bidang konsentrasi, yaitu pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas, dan infrastruktur.
Adi Sjoekri memastikan program-program tersebut masih berjalan hingga saat ini. Adi mencontohkanpembangunan jalan Sumberagung-Sumbermulyo sepanjang 2,2 kilometer yang hingga saat ini masih berlangsung.
Baca juga: Getar Megathrust Banyuwangi, Jawa Timur Kembali Diingatkan Soal Ancaman Gempa
“Kami berupaya agar program-program perusahaan bisa bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya masyarakat . Mendukung program pemerintah,namun tidak menggantikan peran pemerintah,” tuturnya.
Lebih jauh, Adi menambahkan bahwa komitmen BSI terhadap lingkungan sosialnya juga berlaku terhadap formasi karyawan.
"Jumlah karyawan PT BSI dan mitra yang beroperasi di Tujuh Bukit Operations sebanyak 3.153 orang. Dari jumlah tersebut 69 persen atau 2.190 karyawan merupakan warga lokal Banyuwangi," jelas Adi.
Perlu diketahui, PT Bumi Suksesindo (BSI) merupakan perusahaan pertambangan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang telah memiliki izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) seluas 4.998 ha. Terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur dengan kegiatan saat ini berfokus pada unit bisnis produksi emas dan tembaga di Tujuh Bukit Operations atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tumpang Pitu. (red)
Editor : prass prasetyo