Hari Bela Negara ke-74, Gus Yasin Minta Perkuat Benteng Digital

harianmerahputih.id
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat memimpin upacara Hari Bela Negara ke-74, di Halaman Kantor Gubernur, Senin (19/12/2022). Menurutnya, dimensi bela negara selalu dinamis sesuai tuntutan zaman.

MERAHPUTIH I SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak warganya memperkuat benteng keamanan siber. Ia menyebut, di era 4.0 dunia siber berpotensi menjadi celah untuk merongrong kesatuan bangsa.

Hal itu dikatakan Gus Yasin, sapaannya, seusai memimpin upacara Hari Bela Negara ke-74, di Halaman Kantor Gubernur, Senin (19/12/2022). Menurutnya, dimensi bela negara selalu dinamis sesuai tuntutan zaman.

Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama

“Bela negara yang dulu mempertahankan negara, layanan kesejahteraan masyarakat, kini di era digitalisasi 4.0 kita perlu meningkatkan (upaya) bela negara (tidak hanya) secara konvensional, maka saat ini perlu ditingkatkan ke era digital,” ujarnya.

Gus Yasin menyebut, dunia saat ini memasuki era proxy war. Di mana, peperangan tidak lagi digelar secara terbuka tetapi menggunakan kanal-kanal digital.

Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan

Oleh karena itu, Pemprov Jateng berupaya memberikan keakurasian data terkait pembangunan. Menurut wagub, data dan informasi akurat dan terpercaya merupakan bagian dari upaya bela negara.

“Saat ini banyak ancaman ke negara kita, bukan hanya lewat peperangan, tapi juga melalui kanal-kanal negara. Maka, kita harus meningkatkan (keamanan siber) baik pemerintah pusat, daerah hingga kabupaten kota. Ada informasi apapun kita harus merujuk ke pemerintah, seperti ada isu hoaks, jangan sampai salah tangkap, berita tapi ternyata itu hoaks (berita palsu),” paparnya.

Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik

Merespon hal tersebut, Diskominfo Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan keamanan siber. Satu di antaranya, dilakukan dengan memperkuat Computer Security Incident Response Team (CSIRT), yang telah terbentuk sejak 2020 lalu. Selain di tingkat provinsi, pembentukan tim respon cepat keamanan siber itu juga dilakukan pada kabupaten/ kota. (red) 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru