HARIANMERAHPUTIH|MALUKU-
Pindahnya Widya Pratiwi Murad Ismail dari Caleg PDIP ke PAN menjadi tanggung jawab suaminya yaitu Murad Ismail. Kepindahan ini jelas mencoreng muka Partai dengan lambing kepala banteng dengan moncong putih itu.
Baca juga: Bandara Pattimura Ambon Wujudkan Kepedulian Lewat Program “Injourney Airport Sehat” di Negeri Hatu
Murad yang juga Gubernur Maluku menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam masalah ini. Ada anggapan, sebagai Ketua DPD PDI-P kredibiltasnya pun dipertanyakan. Murad Ismailpun sudah dianggap tidak layak memimpin PDI-P.
Isu Terkait pindahnya Widya Pratiwi Murad Ismail ke PAN terjawab sudah. Dari keterangan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI-P Maluku Thobyhend Saureka, surat pengunduran diri ibu Widya Pratiwi Murad Ismail secara resmi sudah diterima pada Sabtu sore (15/04/2023) bersamaan dengan empat orang lainnya yang juga menyampaikan pengunduran diri sebagai caleg.
Namun, prahara dalam tubuh pengurus partai dengan lambing Banteng Bermoncong Putih itu tidak selesai sampai di situ.
Salah satu aktivis politik Semmy Waileruny kepada harianmerahputih.id Rabu (19/4/2023) mengatakan, "Bila benar sudah ada surat pengunduran diri Widyawati Murad Ismail kepada PDI-P dan telah diterima oleh PAN dan diberikan posisi sebagai calon nomor 1 dari PAN untuk DPR-RI, tentu telah dihitung untung ruginya oleh PAN maupun oleh PDI-P,” ungkap Semmy.
Baca juga: Dugaan Money Politik Warnai Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku
"Bagi PAN, akan diperoleh kepastian bahwa akan ada 1 kursi yang akan diraih untuk DPR-RI. Sedangkan bagi PDI-P, pasti akan ada reshuffle (perombakan) struktur kepengurusan partai khusus ketua DPD PDI-P Maluku dari Murad Ismail kepada figur yang lain yang dianggap layak,” ujarnya.
"Murad Ismail sudah dianggap tidak layak lagi memimpin PDI-P Maluku, oleh karena cuma bajunya saja yang PDI-P tetapi hati dan perjuangannya sudah ke PAN. Kepindahan Widyawati Murad Ismail dari PDI-P ke PAN untuk mendapatkan urutan nomor 1 daftar calon DPR-RI dari PAN tentu atas persetujuan suaminya Murad Ismail, “ tegas pengacara kondang ini.
Baca juga: Gubernur Maluku Hadiri HUT Ke-20 IKEMAL di Papua
Ia melanjutkan, selain itu, ketidakberanian fungsionaris PDI-P Maluku menyikapi kepindahan istri Murad Ismail ke PAN menunjukkan merosotnya moral mereka untuk menyatakan kebenaran sikap partai yang tidak menginginkan seorang aktivis apalagi pimpinan partai main dua kaki.
“Mungkin figur yang pantas untuk mengganti Murad Ismail sebagai ketua DPD PDI-P adalah Mercy Barens. Dia sebagai seorang perempuan yang sejak awal berdarah-darah dengan PDI-P yang saat ini telah memiliki kekayaan pengalaman politik mulai dari tingkat dasar sampai tingkat nasional,” urai Semmy Waileruny.
Kata Semmy, Merci Barens bisa memimpin PDI-P Maluku. “Dia memiliki kemampuan lebih dari Widyawati Murad Ismail, dan, akan mampu memenangkan pertarungan kursi DPR-RI juga DPRD provinsi dan kabupaten walaupun Widyawati Murad Ismail didukung penuh oleh suaminya Murad Ismail yang saat ini menjadi Gubernur Maluku,” pungkasnya.(boy)
Editor : Eko Yudiono