MERAH PUTIH | Surabaya - Saat Pandemi covid-19 dan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak menyurutkan perjuangan puluhan karyawan mendapatkan hak-haknya. Ke-37 karyawan itu kembali menggelar aksi protes di depan PT Unilever Indonesia di Jalan Rungkut Industri IV, Surabaya.
Meskipun dalam kondisi berpuasa mereka tetap semangat memperjuangkan nasibnya agar bisa dipekerjakan kembali di PT Unilever. Sugeng (39), warga Jalan Jambangan Surabaya ini menceritakan ia sudah bekerja di Unilever mulai tahun 2006. Ia bersama teman-temanya akan terus berjuang agar bisa kembali bekerja di PT Unilever.
"Kami tidak akan berhenti melakukan aksi sampai ada kejelasan tentang nasib kami," kata Sugeng yang sebelumnya bekerja di bagian Palletizing itu.
Bapak satu anak itu berharap jika ia dan teman-temanya diberhentikan kerja, pihak PT Unilever bisa mengeluarkan pesangon sesuai peraturan berlaku. "Kami harap pihak PT Unilever segera memberikan kejelasan terhadap nasib kami," ucap Sugeng saat ditemui, kemarin.
Senada dengan Sugeng, Budianto (36) warga Jalan Mustika Baru, Surabaya, yang bekerja di Unilever bagian Palletizing mulai tahun 2004 juga meminta PT Unilever tidak sewenang-wenang terhadap nasib 37 karyawan.
Pria yang baru saja menikah Maret lalu itu juga menyayangkan pihak Unilever yang melakukan pemutusan hubungan kerja di masa pandemi covid-19 melalui PT DHL selaku penyedia jasa pekerja.
"Apa pihak Unilever tidak menaati perintah Presiden Jokowi yang tidak boleh melakukan LHO di tengah pandemi covid-19," tegas Budianto.
Apalagi menurut Budianto, dirinya dan teman-temanya tidak menerima pesangon dari PT Unilever, jika memang dirinya di PHK. "Kami memang telah menerima surat PHK dari PT DHL, bukan dari pihak Unilever. Jadi sampai saat ini kami juga belum menerima pesangon," jelasnya.
Budianto juga menilai alasan PHK yang diberikan oleh pihak Unilever karena alasan robotik. "Tapi mengapa pihak Unilever masih mempekerjakan karyawan baru di posisi kami semula. Inilah yang membuat kami dan teman-teman terus berusaha agar dipekerjakan kembali di Unilever," tegasnya.
Sementara itu, ketika Harian Merah Putih hendak melakukan konfirmasi kepada pihak Unilever belum bisa ditemui. "Saya catat dulu aja nomor bapak. Nanti kita sampaikan kepada PT DHL. Karena yang berkompeten menjawab adalah pihak DHL," kata Girianto Security PT Unilever Surabaya. (her)
Editor : Ali Mahfud