MERAHPUTIH I MALANG - Tekat kuat untuk mengangkat prestasi dilakukan oleh manajemen Arema FC dengan menunjuk Fernando Valente sebagai pelatih kepala baru yang akan memimpin tim di kompetisi BRI Liga 1 2023-2024.
"Hari ini kami umumkan secara resmi bahwa Fernando Velente sebagai pelatih kepala Arema FC," ungkap manajer tim Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas dalam sesi konferensi pers di Stadion Gajayana, Kota Malang pada Rabu (23/8/2023).
Wiebie mengungkapkan bahwa Fernando Valente dirasa adalah opsi terbaik untuk mengangkat prestasi tim sebab tidak hanya dari sisi teknis tapi juga untuk mengangkat mental pemain di pertandingan.
Baca juga: Kapten Persija Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award 2025, Gol Spektakulernya Guncang Dunia
"Dari beberapa opsi, pilihan kami jatuh pada Fernando Valente. Kami butuh pelatih yang secara record tidak hanya bicara soal teknis, tapi juga bisa mengangkat mental pemain," tambah Wiebie.
Fernando Valente sendiri cukup optimis untuk bisa mengangkat prestasi Arema FC dengan dukungan seluruh awak tim termasuk suporter. Dukungan sangat dibutuhkan karena dirinya bukanlah pesulap yang bisa mengubah keadaan dengan seketika.
Baca juga: Garuda Gagal Curi Poin di Jeddah, Tumbang Tipis 2-3 dari Arab Saudi
"Saya bukan seorang pesulap dan saya tidak melakukan keajaiban untuk memenangkan pertandingan, saya seorang Pelatih dengan ide yang jelas tentang bagaimana sepak bola harus dimainkan dan saya bersemangat dengan para pemain saya,karena merekalah yang membuat saya bahagia saat mereka bermain dengan penuh semangat. dan keberanian untuk ide-ide kita, " ungkapnya.
Fernando Valente menekankan kepada pemain untuk memberikan usaha maksimal di lapangan. Hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada korban Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.
Baca juga: Erick Thohir Apresiasi Surabaya: Kota Pahlawan Jadi Laboratorium Talenta Muda Sepak Bola Indonesia
"Tergantung pada keinginan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kami memiliki kerendahan hati untuk belajar dari kesalahan kami dan kami ingin menggunakan perilaku ini untuk memberi penghormatan kepada para korban stadion Kanjuruhan karena jika tidak, mereka akan mati sia-sia," tegasnya. (red)
Editor : prass prasetyo