MERAH PUTIH | Surabaya - Belum tuntas kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di PT HM Sampoerna Tbk, pabrik rokok berlokasi di Rungkut, Surabaya itu beroperasi lagi. Padahal, klaster Sampoerna telah mencapai 65 kasus positif covid-19, dua di antaranya meninggal dunia pada 14 April 2020. Sedang 165 karyawan Sampoerna yang melakukan test swab PCR mandiri, belum terungkap jelas nasibnya.
Di tengah ketidakpastian itu, DPRD Kota Surabaya menggelar hearing dengan manajemen PT HM Sampoerna, Selasa (5/5/2020). Hearing dilakukan secara virtual dengan video teleconfrence. Dalam hearing yang digelar Komisi D itu terungkap kasus positif Covid-19 di pabrik rokok yang memiliki ribuan karyawan itu saat ini kembali bertambah 29 orang. Dengan begitu total karyawan yang positif Covid-19 mencapai 65 orang.
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah mengatakan PT Sampoerna telah melakukan protokol kesehatan sejak sejumlah pekerja dinyatakan positif corona, dua diantaranya meninggal terbukti positif corona. "Jadi sudah ada langkah-langkah upaya yang sudah dilakukan oleh PT Sampoerna," kata politisi PDI Perjuangan ini di ruang rapat Komisi D, Selasa (5/5).
Khusnul menjelaskan PT HM Sampoerna membantu bagi karyawan yang dirumahkan dengan tetap memberikan haknya berupa tunjangan, gaji dan sebagainya. "Sampoerna juga membantu bagi keluarga yang terpapar covid-19 dan menyiapkan tempat home stay bagi pekerja yang melakukan isolasi mandiri," terang dia.
Di waktu yang sama, Manajemen PT HM Sampoerna diwakili Ishak melalui teleconference menyampaikan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di lingkungan PT HM Sampoena. Diantaranya, melakukan disinfektasi mandiri secara menyeluruh di fasilitas pabrik.
"Kita juga menerapkan protokol karantina mandiri bagi karyawan yang telah diidentifikasi berinteraksi secara langsung dan tidak langsung kepada karyawan yang sakit," terangnya.
Lanjutnya, pihaknya juga melakukan rapid test dan PCR bagi karyawan yang melakukan kontak secara langsung dan rapid test bagi karyawan yang tidak kontak langsung dengan karyawan yang sakit.
"Kita pun juga menghentikan produksi di Rungkut 2 sementara waktu sejak 27 April 2020 serta melakukan penyemprotan disinfektan secara total baik di area sekitar Rungkut 2 dibantu oleh gugus tugas Surabaya," ucap dia.
Namun pantauan Harian Merah Putih di pabrik HM Sampoerna Rungkut 1 Jl Rungkut Industri terlihat masih operasional hingga saat ini, Rabu (6/5). Banyak karyawan HM Sampoerna yang masuk kerja. Sedang pabarik HM Sampoerna Rungkut 2 di Jl Kali Rungkut/Kedungbaruk yang karyawan terjangkit virus corona tutup.
Belum Tuntas
Fikser, Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, mengungkapkan Pemkot langsung bergerak setelah mengetahui dua orang karyawan HM Samperna terdeteksi Covid-19. Pasien itu dalam pengawasan sejak 2 April 2020. Keduanya sempat berpindah-pindah rumah sakit, yang akhirnya diketahui positif COVID-19 pada 15 April.
"Kemudian kami tracing dan ketahuan yang bersangkutan adalah karyawan Sampoerna. Dari situ cikal bakal mengetahui (klaster SampoernaI," kata Fikser.
Dari hasil pelacakan, pemerintah Kota Surabaya menemui manajemen Sampoerna pada 18 April 2020. Hasilnya diperoleh kesepakatan agar ratusan karyawan menjalani tes dan pabrik rokok ditutup. Ada 506 karyawan pabrik Sampoerna di Rungkut, menjalani tes cepat. Hasilnya, ada 123 karyawan yang reaktif, yang diusulkan untuk tes swab dengan metode PCR, berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sementara 383 karyawan lainnya melakukan isolasi mandiri. Ke-123 karyawan itu, sembari menunggu proses swab, diisolasi di sebuah hotel yang disediakan oleh perusahaan rokok Sampoerna. Proses pemeriksaan berjalan dua tahap. Gelombang pertama, dari 48 karyawan yang dites swab, hasilnya dirilis pada Jumat pekan lalu "ada 30 karyawan positif dan 18 negatif," ujar Fikser.
Hasil tes swab gelombang kedua dari para pegawai pabrik rokok Sampoerna, tak berbeda jauh dengan tes gelombang pertama. Total dari dua gelombang tersebut adalah 63 orang positif dari 100 orang yang dites.
Terpisah, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi memastikan pegawai pabrik rokok PT HM Sampoerna yang masih diisolasi di sebuah hotel yang dirahasiakan tersisa 46 orang.
sedang total kasus positif klaster Sampoerna telah mencapai 65 kasus, dan 2 di antaranya telah meninggal dunia. Tercatat ada 165 pegawai Sampoerna yang melakukan test swab PCR mandiri sejak 14 April 2020, yang hingga saat ini belum keluar hasil tesnya dan terus dilakukan tracing. Total klaster Sampoerna mencapai 500-an orang.
“Sampai siang tadi tinggal 46 orang yang ada di hotel, yang lain telah dipindahkan di sebuah RS Swasta. Saya sudah kontak direkturnya dan segera dilakukan swab. Mereka yang di RS tidak menunjukkan gejala berat, tapi ringan. Nah, yang 46 orang di hotel itu sedang diupayakan untuk dipindah ke hotel lain. Hotel pertama sudah tidak bersedia lagi,” katanya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (4/5/2020) malam.
Hotel Menolak
Sebanyak 46 karyawan PT HM Sampoerna Tbk angkat koper dari hotel tempat mereka diobservasi. Rencananya, mereka akan dipindahkan ke hotel lain untuk isolasi mandiri yang disiapkan oleh perusahaan. "Pihak hotel tidak bersedia lagi untuk dijadikan tempat isolasi," ujar dr Joni Wahyuhadi.
Hotel tersebut semula ditempati sekitar 100 karyawan Sampoerna sebagai ruang observasi. Sebanyak 65 orang di antaranya terkonfirmasi positif covid-19 hasil pemeriksaan motode reaksi berantai polimerase (PCR). Sedangkan 46 sisanya positif hasil rapid test. "Akhirnya 46 orang ini isolasi mandiri di hotel itu, sambil menunggu hasil tes swab," katanya.
Joni mengaku lobi dengan pihak hotel sempat alot. Pemerintah Provinsi Jatim berusaha agar hotel bersedia menerima karyawan dari Sampoerna. Namun, pihak hotel menolak setelah mendengar kabar hotelnya ditempati orang terjangkit korona. (gun/tji/an)
Editor : Ali Mahfud