Penjabat Wali Kota Mojokerto Membuka Kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2024

harianmerahputih.id
Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto, M. Ali Kuncoro membuka kegiatan Rembuk Stunting Kota Mojokerto Tahun 2024 di Pendopo Sabha Kridatama, Rumah Rakyat

MERAHPUTIH I KOTA MOJOKERTO - Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto, M. Ali Kuncoro membuka kegiatan Rembuk Stunting Kota Mojokerto Tahun 2024 di Pendopo Sabha Kridatama, Rumah Rakyat. Dalam kesempatan tersebut, Ali Kuncoro menegaskan bahwa upaya ini adalah bagian dari ikhtiar untuk mempersiapkan generasi emas pada tahun 2045.

"Ini adalah salah satu ikhtiar kita untuk mempersiapkan generasi emas di tahun 2045. Ini menjadi tanggung jawab semua elemen strategis yang ada di Kota Mojokerto, harus gerakan yang harmonis partnership multihelix, baik pemerintah, TNI-Polri, pengusaha, media, akademisi semua harus kita libatkan," ujar Ali Kuncoro.

Baca juga: Gubernur Jatim Dorong Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

Menurut data dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Kota Mojokerto menunjukkan penurunan signifikan selama empat tahun terakhir. Dari 9.04 persen pada tahun 2019, turun menjadi 2.04 persen di tahun 2023.

"Per akhir tahun 2023 angka stunting kita masih di angka 2.04 atau setara 122 balita stunting, ini dari total balita di Kota Mojokerto sebanyak 6.145 balita," terang Ali. "Dan Alhamdulillah pada Februari tahun ini sudah terjadi penurunan yang cukup signifikan, sehingga data terakhir tekoreksi di angka 2 persen atau 117 balita."

Prestasi Kota Mojokerto dalam upaya pencegahan stunting diakui dengan predikat "Kota Terinovatif" pada tahun 2023. Inovasi-inovasi seperti Canting Gula Mojo (Cegah Stunting, Gerak Unggul Pemberdayaan Masyarakat Kota Mojokerto) dan Gempa Genting (Segenggam Sampah Gawe Stunting) menjadi penilaian utama.

"Ini sesuatu yang luar biasa dan ini diapresiasi oleh Kemendagri, sehingga Kota Mojokerto mendapat predikat Kota Terinovatif se-Indonesia," ungkap Ali.

Baca juga: Pj Wali Kota Mojokerto Kunjungi Rumah Duka Korban Kecelakaan Laut, Pemkot Janjikan Evaluasi Outing Class

Ali Kuncoro menegaskan komitmen Pemkot Mojokerto untuk mewujudkan Kota Mojokerto Zero New Stunting di tahun 2024.

"Kita tadi sudah melakukan penandatanganan komitmen bersama dan berikrar bahwa tahun 2024 Kota Mojokerto harus menjadi kota yang Zero New Stunting. Saat ini kita terus bekerja keras bagaimana angka stunting yang masih ada ini terus kita intervensi sehingga semakin berkurang," tambahnya.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Mojokerto telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp 98,2 miliar untuk penanganan stunting tahun 2024.

Baca juga: Kota Mojokerto Menuntaskan 10 Proyek Strategis Sepanjang 2024: Wujud Nyata Komitmen untuk Masyarakat

"Saya pikir kita pasti bisa menyelesaikan permasalahan ini, asalkan kita lakukan secara masif, spesifik, sensitif, dan koordinatif dan bersifat sapu jagat, hampir semua OPD kita libatkan," pungkas Ali dengan optimis.

Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, Pemerintah Kota Mojokerto bersama seluruh elemen masyarakatnya bertekad untuk mengatasi permasalahan stunting dan mewujudkan kesejahteraan bagi generasi mendatang. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru