MERAHPUTIH I SURABAYA - Sebanyak 1.830 jemaah calon haji dari Bojonegoro dan Lamongan, yang tergabung dalam lima kloter, telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Sabtu (11/05/2024). Kedatangan mereka disambut dengan persiapan ketat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dalam menjalani ibadah haji mereka.
Sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan yang ditingkatkan, lima mesin sinar X yang biasanya digunakan di Bandara Juanda telah dipasang di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Salah satunya bahkan dipasang di Hall Bir - Ali Asrama Haji. Tujuannya adalah untuk memeriksa barang bawaan jemaah calon haji sebelum mereka memasuki asrama haji.
Baca juga: Menhaj RI Tekankan Integritas Layanan Jelang Penyelenggaraan Haji 2026
"Kami melakukan langkah-langkah ketat untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah calon haji serta menghindari masalah di kemudian hari," kata Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris. Dia menambahkan bahwa alat-alat deteksi, termasuk metal detector, juga digunakan untuk memeriksa barang bawaan yang menempel di badan jemaah calon haji.
Pemeriksaan barang bawaan juga akan dilakukan lagi sebelum jemaah berangkat ke Bandara Juanda untuk terbang ke Tanah Suci. Jemaah diingatkan untuk tidak membawa barang-barang yang membahayakan penerbangan, seperti cairan dalam jumlah tertentu, senjata tajam, dan korek api.
Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia
Terkait dengan barang bawaan, terdapat batasan yang telah ditetapkan. "Koper besar jemaah calon haji tidak boleh melebihi 32 kilogram, sementara koper kecil tidak boleh melebihi tujuh kilogram," ungkap Haris.
Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Surabaya, Gutarman, menyatakan bahwa untuk musim haji tahun ini, pihak Asrama Haji Embarkasi Surabaya telah menyiapkan 562 kamar dengan kapasitas tampung 2.600 orang. "Kami juga telah menyiapkan empat unit kendaraan listrik untuk membantu jemaah calon haji yang lanjut usia atau difabel dalam mobilitas mereka di Asrama Haji Embarkasi Surabaya," tambahnya.
Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah
Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Indonesia akan mengirimkan 241.000 jemaah, yang terbagi dalam 554 kelompok terbang (kloter). Dari jumlah tersebut, sebanyak 294 kloter terbang akan menggunakan layanan Garuda Indonesia, sementara 260 kloter akan menggunakan Saudia Airlines.
Dengan Embarkasi Surabaya menjadi pintu keberangkatan terbanyak, sebanyak 106 kloter akan berangkat dari sini. Pada hari pertama, lima kloter dari Embarkasi Surabaya dijadwalkan untuk berangkat ke Arab Saudi pada Minggu, 12 Mei 2024. (red)