Penjabat Gubernur Jawa Timur Terima Penghargaan Pin Emas dari BNPB

harianmerahputih.id
Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan keterangan pers usai kegiatan Jumpa Tokoh di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (30/7).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menerima pin emas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam kegiatan Jumpa Tokoh di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (30/7). Penghargaan ini diberikan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penanggulangan bencana alam.

Dalam kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-63 ini, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso dan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur H.M Arum Sabil juga menerima pin emas serupa. Acara ini mengangkat tema "Sinergi Bersama BNPB, Pemprov Jatim, dan Gerakan Pramuka dalam Program Kemanusiaan dan Kebencanaan".

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Penghargaan pin emas ini didasari oleh keberhasilan Pemprov Jatim dalam menurunkan Indeks Risiko Bencana (IRB) di wilayahnya. Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Jawa Timur, angka IRB menurun dari 137,88 pada tahun 2019 menjadi 101,65 pada tahun 2023. Penurunan ini menunjukkan efektivitas upaya Pemprov Jatim dalam mengurangi risiko bencana setiap tahunnya. Selain itu, Pemprov Jatim juga meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah yang Berpartisipasi Aktif dalam Mewujudkan Ketangguhan Bangsa dalam Menghadapi Bencana.

Dalam sambutannya, Adhy Karyono menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah, BNPB, dan Gerakan Pramuka dalam upaya penanggulangan bencana. Ia menyatakan bahwa partisipasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat sangat vital, terutama melalui kolaborasi unsur pentahelix yang melibatkan pemerintah, BPBD, Pramuka, dan komunitas relawan masyarakat.

“Pengurangan risiko bencana harus melibatkan kolaborasi unsur pentahelix. Pemerintah didukung oleh BPBD, Pramuka, dan komunitas relawan masyarakat. Sinergi inilah yang pada akhirnya ikut mendukung keberhasilan proyek hunian tetap korban erupsi Gunung Semeru yang mendapat rekor MURI,” ujar Adhy.

Adhy juga menjelaskan bahwa bencana tidak dapat dihindari, namun kesiapsiagaan dalam menghadapinya bisa ditingkatkan. Ia berharap Pramuka sebagai agen perubahan dapat mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

“Fenomena yang terjadi, setiap ada bencana dipastikan ada peran Pramuka. Bagaimana Pramuka sebagai pelopor menjadi contoh bagi masyarakat. Rasa kemanusiaan dan empati bagi korban atau penyintas adalah skill yang harus dimiliki oleh anggota Pramuka yang selayaknya akan dicontoh masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

BNPB juga memberikan bantuan peralatan dan logistik kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kwarda Jatim. Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala BNPB dan berupa tenda pengungsi, tenda keluarga, light tower, velbed, makanan siap saji, matras, dan selimut. Bantuan ini merupakan aksi nyata dari Pemerintah Pusat dalam mendukung penanggulangan bencana, khususnya dalam penanganan siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jawa Timur pada tahun 2024.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama antara BNPB dengan Kwarda Gerakan Pramuka, sebagai tindak lanjut dari MoU sebelumnya antara BNPB dan Kwarnas Gerakan Pramuka. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso menyatakan bahwa MoU ini merupakan perpanjangan dari kerjasama yang sudah berlangsung selama lima tahun.

“Kita kali ini memperpanjang MoU kerjasama antara BNPB dengan Kwarnas yang sudah berlangsung cukup lama. Pramuka pada dasarnya ikut serta dalam penanggulangan bencana,” kata Budi.

Budi Waseso menjelaskan bahwa Pramuka terlibat dalam berbagai aspek kebencanaan, termasuk pengamanan dan penjagaan lalu lintas. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya anggota Pramuka, dalam menghadapi bencana.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Tentunya ke depan, yang memimpin negara ini adalah generasi muda. Anggota Pramuka khususnya harus berkualitas, terampil dalam kesigapan menangani bencana. Kemampuan mumpuni menanggulangi bencana. Kekuatan besar Pramuka baik dari keterampilan maupun pendidikan harus bisa bermanfaat untuk negara,” pungkasnya.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka H.M Arum Sabil menambahkan bahwa Gerakan Pramuka Jawa Timur aktif dalam mengirimkan bantuan untuk bencana alam, seperti gempa bumi di Malang dan erupsi Gunung Semeru, serta dalam kegiatan penanaman pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Pramuka memiliki dasar dan taat kepada kode kehormatan Pramuka. Gerakan Pramuka punya potensi luar biasa dalam menginspirasi untuk peduli pada kemanusiaan. Inilah kader yang siap, pelopor terhadap pencegahan bencana yang terjadi. Sosialisasi dan edukasi sehingga mengurangi terjadinya bencana di Indonesia. Kader yang menjaga mata rantai kehidupan. Sinergi dalam program kemanusiaan kebencanaan,” ujar Arum Sabil. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru