MERAHPUTIH | KEPULAUAN SULA - Ratusan warga Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) melakukan aksi demonstrasi di kantor Desa Mangon, Sabtu (9/5).
Aksi tersebut bertujuan meminta Kepala Desa Mangon menolak SMP Negeri 1 Sanana dijadikan tempat isolasi pasien covid-19 oleh Tim Satgus Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sula, lantaran ada empat orang pasien positif covid-19 yang berada di sana.
Baca juga: Korban KDRT, Perjuangan Bhayangkari Kepulauan Sula Dalam Mencari Keadilan
Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Beri Bantuan Alkes untuk Pemprov Jatim
Aksi warga di kantor Desa Mangon, hingga ke lokasi isolasi pasien virus corona di SMP Negeri 1 Sanana itu dilakukan warga, karena lokasi isolasi sangat dekat dengan pemukiman warga, sehingga warga sekitar melakukan protes.
Namun, rasionalisasi dan langkah bijak oleh Tim Gugus dapat menenangkan amarah warga.
Kapolsek Waiboga, Kecamatan Sanana, Ipda Sahlan Tubaka meminta dukungan kepada masyarakat Desa Mangon untuk memberikan dukungan agar pasien yang terinfeksi ini dapat sembuh dari covid-19.
Baca juga: DPR Tegur HM Sampoerna
“Saudara-saudaraku, marilah kita memberikan dukungan kepada saudara kita yang kini telah dinyatakan positif corona agar mereka dapat melawan virus itu, agar mereka dapat sembuh kembali,” ajak Ipda Sahlan kepada massa aksi, Sabtu (9/5).
Sementara itu, Juru bicara Tim Satgus Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sula, dr. Makmur Tamani bersama Sekretaris Tim Satgus, Syafrudin Sapsuha dan Ketua Harian Satgus, Hendra Irawan Umabaihi memberikan pemahaman kepada warga.
Baca juga: Malang Raya PSBB, untuk Tekan Penyebaran Covid-19
Baca juga: Ini Tiga Obat Antivirus Kemungkinan Dapat Sembuhkan COVID-19
"Setelah diberikan pemahaman, warga dapat menerima saran dan pertimbangan yang disampaikan oleh tim Satgus, warga juga merelakan bangunan SMP Negeri 1 Sanana ini dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19," ucap Sekretaris Tim Satgus Syafrudin Sapsuha. (cho/her)
Terkait COVID-19 Ini Kata dr Tjatur Prijambodo MKes
Editor : Agiyo monseh F