Akibat Covid-19 dan Gelombang Pasang Nelayan di Bantul Kelimpungan

harianmerahputih.id
Gelombang pasang di Pantai Selatan Bantul (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - ‎Gelombang pasang terjadi di Pantai Selatan Kabupaten Bantul, Yogyakarta beberapa hari terakhir, akibatnya ratusan nelayan gagal untuk melaut dan mengisi waktunya untuk memperbaiki jaring.

Baca juga: Positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan Jadi 40 Pasien

Baca juga: Tak Transparan, DPRD Bantul Minta Disdikpora Mengulang PPDB SMP

Baca juga: Diperketat, PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Hingga 25 Mei

Dardi Nugroho salah seorang nelayan di Pantai Depok, Kabupaten Bantul misalnya mengatakan gelombang tinggi mulai melanda Pantai Selatan Bantul itu sejak adanya gerhana bulan‎.

"Gelombang pasang bahkan terjangannya hingga jarak lebih dari 50 meter dari bibir pantai," kata Dardi, Sabtu (9/5), malam.

Menurutnya dalam kondisi normal puluhan perahu turun melaut karena tangkapan cukup bagus yakni ikan bawal yang harga perkilogramnya bisa mencapai Rp 200 ribu.

Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Beri Bantuan Alkes untuk Pemprov Jatim
Baca juga: DPR Tegur HM Sampoerna

"Akibat kondisi gelombang pasang ini tidak ada nelayan yang berani turun melaut jika tidak ingin celaka," ucapnya.

Kondisi gelombang pasang ini memperparah nasib nelayan dan warga Pantai Depok karena banyak pemilik rumah makan seafood banting stir menjadi nelayan. Itu juga lantaran pengunjung sepi sehingga rumah makan seafood ikut terimbas wabah musim Covid-19 ini.

"Setiap bulan puasa para pemilik rumah makan seafood masih bisa berjualan untuk menu berbuka puasa namun karena pandemi Covid-19 ini, semua dagangan tak laku," ujarnya.

Baca juga: Gerindra Bantul Klaim Golkar dan PKS Dukung Suharsono-Totok

Baca juga: Malang Raya PSBB, untuk Tekan Penyebaran Covid-19
Baca juga: Ini Tiga Obat Antivirus Kemungkinan Dapat Sembuhkan COVID-19

Membenarkan kondisi itu, nelayan di Pantai Samas, Tri Juwanto juga mengaku sudah beberapa hari tidak bisa melaut akibat gelombang pasang.

"Ya gimana lagi, akibat gelombang pasang tak ada nelayan yang berani melaut," katanya.

Menurutnya, menjaring ikan menjadi harapan satu-satunya menjelang lebaran. Karena wisatawan juga sepi namun harapan itu hanya sebatas harapan karena alam tidak bersahabat dengan nelayan.

Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Beri Bantuan Alkes untuk Pemprov Jatim

Baca juga: Cara PemDes di Bantul Cegah Konflik Sosial Akibat Bansos

"Kita terpaksa buka tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal tabungan dipersiapkan untuk lebaran keluarga," ungkap pria yang juga anggota Sar Satlinmas Korwil IV Kabupaten Bantul ini.‎ (hdw/tji)

 

 

 

Editor : Tudji Martudji

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru