MERAHPUTIH I SITUBONDO - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, melaksanakan panen raya padi di lahan persawahan Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Senin (26/8). Dalam kegiatan ini, Pj Gubernur didampingi oleh Bupati Situbondo beserta Forkopimda Kabupaten Situbondo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo.
Panen raya ini menampilkan padi varietas unggul BK Situbondo 01 Agritan yang menurut Pj Gubernur Adhy memiliki banyak keunggulan, sehingga dinilai dapat menjadi solusi bagi permasalahan ketahanan pangan serta ancaman krisis pangan dunia.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Padi BK Situbondo 01 dan 02 Agritan adalah solusi bagi petani, masyarakat, serta bangsa untuk mengatasi masalah ketahanan pangan,” ujarnya.
Program Perluasan Areal Tanam (PAT) yang melibatkan varietas unggul ini diterapkan di lahan seluas 40 hektare. Adhy menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur. Program ini juga dikombinasikan dengan program pompanisasi dari Kementerian Pertanian RI untuk mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan.
Varietas BK Situbondo 01 memiliki potensi hasil hingga 8,84 ton per hektare, dengan tekstur pulen dan ketahanan terhadap berbagai penyakit seperti wereng batang cokelat, hawar daun, dan penyakit blas. Selain itu, varietas ini memiliki umur pendek, yaitu sekitar 75-80 hari setelah semai, sehingga sangat cocok untuk meningkatkan indeks pertanaman padi.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Pj Gubernur Adhy mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Situbondo yang telah melakukan terobosan dalam pengembangan teknologi produksi padi. Ia berharap varietas ini dapat dikembangkan di daerah lain di Jawa Timur guna mempertahankan posisi provinsi sebagai lumbung pangan nasional.
Produksi padi Jawa Timur pada tahun 2023 mencapai 9,7 juta ton GKG, setara dengan 5,6 juta ton beras. Keberhasilan ini, menurut Adhy, tidak lepas dari pemilihan varietas unggul dan penerapan teknologi pertanian yang tepat. Adhy juga menyoroti pentingnya ketersediaan benih bersertifikat agar mudah diakses oleh petani.
Tantangan besar seperti dampak perubahan iklim El Nino juga menjadi perhatian Adhy, yang mendorong pemanfaatan pompanisasi untuk mengatasi masalah kekurangan air irigasi. Ia yakin bahwa Jawa Timur dapat terus mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan nasional melalui sinergi antara pemerintah, stakeholder, dan petani.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Adhy juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghadapi tantangan di sektor pertanian dan memastikan pengembangan varietas unggul seperti BK Situbondo 01 dan 02 agar semakin berkembang dan membawa manfaat bagi kesejahteraan petani serta kedaulatan pangan nasional.
"Mari kita bersama-sama membangun sektor pertanian di Jawa Timur menjadi lebih baik," pungkas Adhy. (red)
Editor : prass prasetyo