MERAHPUTIH I SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali mengukir momen bersejarah dengan menyelenggarakan Wisuda ke-129 yang berlangsung selama dua hari di lapangan timur kampus. Acara ini dihadiri oleh ratusan wisudawan beserta keluarga mereka yang datang dengan penuh antusiasme dan kebanggaan.
Pada hari pertama wisuda, Sabtu (32/8) sebanyak 923 wisudawan dari tiga fakultas, yakni Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Hukum, secara resmi diwisuda. Keesokan harinya, Minggu (1/9), wisuda dilanjutkan dengan 834 wisudawan dari Fakultas Teknik, Fakultas Vokasi, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dengan tema "Patriot Optimis Indonesia Emas", acara wisuda ini berlangsung meriah, namun tetap khidmat, mencerminkan semangat optimisme dan tekad kuat para lulusan dalam menghadapi masa depan.
Baca juga: Satpol PP Sisir Jalan Johar–Sulung, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar
Dalam sambutannya, Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., memberikan pesan mendalam kepada para wisudawan. Beliau mengapresiasi perjuangan dan dedikasi mereka selama menempuh pendidikan di Untag dan mendorong mereka untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
"Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Kalian telah kami siapkan untuk selalu optimis dalam menghadapi gelombang perubahan dan tantangan yang tak terduga guna menghasilkan karya yang berdampak bagi kemaslahatan bersama," ujar Prof. Mulyanto di hadapan para wisudawan.
Pada momen bersejarah ini, Untag Surabaya juga memberikan penghargaan khusus kepada dosen berprestasi, Aris Heri Andriawan, ST., MT., yang berhasil meraih PKM Multi Tahun Hibah DRTPM Kemdikbud Ristek Tahun 2024. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi Aris dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program pengembangan ekonomi mandiri dan kreatif di Desa Minggirsari, Blitar.
“Cita-cita besar warga desa tersebut adalah hal yang melatarbelakangi pengabdian masyarakat ini. Desa Minggirsari telah berhasil menjadi desa wisata dengan ekonomi mandiri,” jelas Aris, dosen Prodi Elektro, saat menerima penghargaan.
Selain penghargaan kepada dosen, tiga mahasiswa terbaik dari Prodi Teknik Informatika juga menerima penghargaan atas karya inovatif mereka yang dinilai paling menarik dan inovatif oleh media. Edo Abriyanto Putra, salah satu penerima penghargaan, berhasil menciptakan sistem pendeteksi ekspresi wajah untuk analisis gaya belajar. Teknologi ini diharapkan dapat membantu guru dalam mendeteksi gaya belajar siswa sehingga proses pembelajaran dapat lebih maksimal.
Baca juga: Surabaya Kokohkan Komitmen Jaga Anak dari Ancaman Digital
David Christian Putra, mahasiswa lain yang juga mendapat penghargaan, menciptakan program analisis klasifikasi penyakit diabetes. Karyanya diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan deteksi dini dan pencegahan penyakit diabetes yang semakin mengkhawatirkan di masyarakat.
Septian Dwi Cahya, penerima penghargaan lainnya, mengembangkan alat pendeteksi halangan dan lubang berupa tongkat virtual untuk tunanetra. Karya ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas para tunanetra dalam beraktivitas sehari-hari.
Namun, di balik kemeriahan wisuda ini, ada momen haru yang menyelimuti seluruh hadirin. Birul Dzakiri, mahasiswa Prodi Teknik Informatika yang seharusnya diwisuda bersama rekan-rekannya, diwisuda secara absensia karena telah meninggal dunia sebelum sempat merasakan momen bahagia ini. Piagam kelulusan Birul diserahkan secara simbolis kepada orang tua almarhum sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja kerasnya selama menempuh studi di Untag.
Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota
Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA, dosen pembimbing Birul, memberikan testimoni yang menyentuh tentang almarhum. "Birul adalah mahasiswa istimewa yang selalu menunjukkan sikap rendah hati, sederhana, dan tekun dalam menjalani setiap tugas," kenang Supangat dengan penuh haru.
Selain itu, keunikan acara wisuda kali ini juga terlihat dengan hadirnya dua saudara kembar, Risky Fahrur Rrohman dan Rizal Fahrur Rrohman, dari Fakultas Vokasi. Keberhasilan keduanya dalam menyelesaikan studi bersama-sama menjadi inspirasi bagi para wisudawan lainnya untuk terus berprestasi dan menjaga semangat persaudaraan.
Acara wisuda ke-129 ini ditutup dengan suasana penuh kebanggaan dan optimisme. Para wisudawan diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh selama di Untag untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan negara, sejalan dengan tema "Patriot Optimis Indonesia Emas". Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, mereka siap mengabdikan diri untuk Indonesia yang lebih maju. (red)
Editor : prass prasetyo