Angga Romansyah membuka hari dengan hasil angkatan snatch 112 kg dan clean & jerk 128 kg di kelas 55 kg putra. Meskipun ia harus puas berada di posisi ketiga di bawah lifter Jawa Barat Satrio Adi Nugroho yang meraih perak dan lifter Lampung Muhammad Husni yang meraih emas, Angga tetap merasa bersyukur.
Baca juga: KONI Jatim Buka Rekrutmen Atlet dan Pelatih untuk Puslatda Jelang PON 2028
"Ini PON pertama saya, kemarin sempat cedera, dan persiapan hanya satu bulan. Meskipun persiapan kurang optimal, saya merasa bersyukur bisa meraih peringkat tiga," ungkap Angga.
Di kategori 45 kg putri, Lisa Setiawati meraih total angkatan 146 kg, menempatkannya di posisi ketiga di bawah lifter DKI Jakarta Lisa Indriyani dengan total angkatan 156 kg dan lifter Lampung Adelia Prasasti yang meraih emas dengan total angkatan 161 kg. Lisa mengaku merasa belum maksimal karena cedera yang dideritanya dan waktu istirahat yang terlalu lama.
Baca juga: Haornas 2024, Bank Jatim Raih Apresiasi Dari Pemprov Jatim Di Bidang Olahraga Voli
“Saya masih cedera dan sempat menunggu lama karena ada lifter lain yang gagal tiga kali. Ini mempengaruhi performa saya,” jelas Lisa.
Joni Susanto menutup hari dengan meraih medali perunggu di kelas 61 kg putra dengan total angkatan 288 kg. Joni hanya terpaut satu kilogram dari runner-up M. Halim Setiawan dari Lampung dan empat kilogram dari peraih emas Ricko Saputra dari Papua. Meskipun perunggu yang diraihnya berada di bawah target pribadi, Joni tetap mengungkapkan rasa syukurnya.
Baca juga: Jawa Tengah Raih 260 Medali di PON XXI Aceh-Sumut 2024
“Performanya memang jauh dari target, tapi saya tetap bersyukur. Target pribadi kami tetap medali emas, tapi saya menerima hasil ini dengan senang hati,” kata Joni.
Dengan hasil ini, Jatim menunjukkan tekad dan semangat meski menghadapi berbagai tantangan. Perjuangan mereka di PON XXI masih akan berlanjut, dan semoga hasil yang lebih baik bisa diraih di hari-hari berikutnya. (red)