Peparnas XVII di Solo Resmi Berakhir, Jateng Juara Umum

harianmerahputih.id
Ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang diselenggarakan di Solo resmi berakhir dengan sukses, Solo berhasil menjadi tuan rumah yang baik bagi para atlet disabilitas yang berlaga.

METRAHPUTIH I SURAKARTA - Ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang diselenggarakan di Solo resmi berakhir dengan sukses. Meskipun persiapan yang dilakukan terbilang singkat, Solo berhasil menjadi tuan rumah yang baik bagi para atlet disabilitas yang berlaga.

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, dalam pidatonya pada penutupan Peparnas XVII di Stadion Manahan, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan ajang ini. Ia mengaku lega dan puas dengan keseluruhan acara.

Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama

“Kami merasa lega dan puas terhadap penyelenggaraan Peparnas kali ini. Banyak rekor terpecahkan, banyak air mata bahagia karena berhasil mencapai prestasi yang diinginkan, dan tak sedikit pula emosi terpendam karena tidak mencapai target,” ungkap Senny di atas panggung kehormatan.

Pada ajang Peparnas XVII, tercipta banyak rekor nasional dan bahkan satu rekor internasional. Hal ini, menurut Senny, semakin melengkapi prestasi Indonesia di bidang olahraga disabilitas. Indonesia terus menunjukkan dominasinya di tingkat ASEAN, seperti yang terlihat dari keberhasilan menjadi juara umum di berbagai ajang ASEAN Para Games (APG), termasuk di Myanmar, Malaysia, Indonesia, dan Kamboja. Di ajang Paralimpik Tokyo, Indonesia berhasil meraih dua medali emas, tiga perak, dan empat perunggu, sementara di Paris memperoleh satu emas, delapan perak, dan lima perunggu.

Senny berharap agar Peparnas yang akan datang di NTT dan NTB bisa berlangsung dengan sukses seperti di Solo.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Ario Bimo Nandito Ariotedjo, turut memberikan sambutannya. Ia menyatakan bahwa keberhasilan Peparnas XVII merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Ia juga berpesan agar pembinaan olahraga disabilitas tetap dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.

“Selamat kepada atlet yang berhasil meraih medali dan memecahkan rekor. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati,” ujar Menteri Dito.

Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan

Pada Peparnas kali ini, Jawa Tengah berhasil meraih predikat juara umum, diikuti oleh Jawa Barat di posisi kedua dan DKI Jakarta di tempat ketiga.

Chef de Mission Kontingen DI Yogyakarta, Rumpis Agus Sudarto, mengaku puas dengan pelayanan venue hingga transportasi selama Peparnas XVII di Surakarta. Ia memberi nilai tinggi untuk penyelenggaraan kali ini.

“Saya sudah beberapa kali ikut di Peparnas di Riau, Bandung, Papua, dan Solo. Yang paling penting adalah aksesibilitas, dan di Solo semuanya bisa dilayani dengan baik. Solo mendapat nilai 99 dari saya,” ujarnya.

Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik

Pujian serupa datang dari Muhammad Ismail, perwakilan kontingen Kepulauan Riau. Ia menilai penyelenggaraan Peparnas di Surakarta sangat baik dan memberikan nilai 9,5 untuk keseluruhan acara.

“Venue-nya bagus, transportasi dan penginapan juga ramah terhadap kebutuhan kami,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya Peparnas XVII, diharapkan semangat olahraga disabilitas terus berkembang dan Indonesia semakin berjaya di kancah internasional. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru