MERAHPUTIH I SLEMAN - Menjelang laga krusial menghadapi Persita Tangerang, PSS Sleman mendapat kabar mengejutkan yang mengguncang persiapan tim. Gelandang andalan mereka,, Betinho, terpaksa absen akibat cedera yang dialaminya sesaat sebelum pertandingan dimulai. Insiden ini memaksa pelatih kepala PSS, Mazola Junior, untuk segera melakukan perombakan komposisi pemain hanya beberapa menit sebelum kick-off.
Betinho, pemain asal Brasil yang telah menjadi pilar di lini tengah PSS, mengalami masalah pada otot betisnya saat melakukan pemanasan di lapangan. Dr. Lutfi Afifuddin, dokter tim PSS yang merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menjelaskan secara rinci cedera yang dialami oleh sang gelandang.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
“Kemarin, dia merasakan tarikan di otot betis saat pemanasan, dan sejauh ini kami mencurigai adanya cedera strain pada otot gastrocnemiusnya,” ungkap dr. Lutfi seusai latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Selasa (29/10/2024) pagi.
Menurutnya, cedera strain di otot gastrocnemius, atau otot betis bagian belakang, dapat terjadi akibat kontraksi otot yang tiba-tiba, terutama saat menjalani latihan atau pemanasan yang intens. Cedera ini biasanya membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama, tergantung pada tingkat keparahannya.
“Kami harus segera mengambil langkah antisipasi untuk memastikan cedera ini tidak semakin parah,” lanjut dr. Lutfi.
Sebagai tindak lanjut, tim medis PSS telah merencanakan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit guna memastikan kondisi Betinho. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan Ultrasonografi (USG), yang dijadwalkan pada hari ini, untuk melihat kondisi detail dari cedera yang dialaminya.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
“USG ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai seberapa parah strain tersebut, sehingga kami bisa menentukan langkah rehabilitasi yang sesuai,” jelas dr. Lutfi.
Selain pemeriksaan, Betinho kini tengah menjalani masa istirahat penuh untuk mencegah cedera yang lebih serius. Tim medis juga memberikan dukungan dengan mengaplikasikan pengobatan anti-nyeri serta muscle relaxant agar ototnya bisa rileks dan mempercepat proses pemulihan.
Pelatih Mazola Junior kini dihadapkan pada tantangan untuk merombak strategi di lini tengah. Betinho, yang selama ini dikenal sebagai pengatur serangan, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara lini belakang dan depan. Absennya Betinho tentu menjadi pukulan berat bagi tim, terutama dalam menghadapi Persita Tangerang yang dikenal dengan permainan menyerang.
Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United
Meski begitu, Mazola tetap optimis dengan komposisi pemain yang tersisa dan menginstruksikan para pemain untuk tetap fokus dan menjaga motivasi. “Cedera pemain adalah hal yang biasa dalam sepak bola, dan saya percaya seluruh tim akan memberikan yang terbaik di lapangan, meski tanpa Betinho. Kami telah menyiapkan strategi alternatif untuk mengisi kekosongan ini,” ujar Mazola dalam sesi konferensi pers sebelum laga.
Kini, semua mata tertuju pada PSS Sleman untuk melihat bagaimana mereka bisa mengatasi ketidakpastian jelang pertandingan penting ini. Bagi para penggemar, kehilangan Betinho adalah kekecewaan besar, namun mereka tetap optimis bahwa tim kebanggaan mereka akan tampil maksimal dan meraih hasil terbaik. (red)
Editor : prass prasetyo