KTM Impor Gula Besar-Besaran, DPR Minta Satgas Pangan Gerak

harianmerahputih.id

MERAH PUTIH | Jakarta – PT Kebun Tebu Mas (KTM) yang baru saja mengimpor 35 ribu ton raw sugar (gula mentah) dan bongkar di Pelabuhan Maspion, Gresik, menjadi pembicaraan kalangan petani hingga DPR RI. Mereka heran pabrik gula yang dikelola Ali Sanjaya ini bisa mendapatkan izin impor dari Kementrian Perdagangan (Kemendag). Padahal, pabrik yang berlokasi di Lamongan ini tergolong baru dan disebut-sebut tidak memiliki areal kebun sendiri.

Informasi yang diperoleh harian Merah Putih, Kamis (15/5/2020), PT Kebun Tebu Mas mendapat kuota impor paling besar dibanding 7 pabrik gula lainnya. Sesuai izin impor dari Kemendag, tahun 2020 ini PT KTM dapat kuota impor 35 ribu ton . Lalu PT Adikarya Gemilang (30 ribu ton), PT Kebon Agung (21.422 ton), PT Rejoso Manis Indo (20 ribu ton), PT Prima Alam Gemilang (50 ribu ton), PT Gendhis Multi Manis (29.750 ton), PT Sukses Mantap Sejahtera (20 ribu ton), PT Madubaru (10 ribu ton).

Sedang izin impor yang sudah terbut 2019, PT Adikarya Gemilang (70.050 ton ) dan PT Kebun Tebu Mas (52.140 ton). Kemudian PT Sukses Mantap Sejahtera (50.300 ton), PT Rejoso Manis Indo (60.140 ton) dan PT Industri Gula Nusantara (20.000 ton).

Ini yang kemudian memantik “kecemburuan”. Pasalnya, PT KTM dianggap bukan pabrik gula berbasis tebu. Tidak seperti pabrik gula lainnya. Namun KTM yang baru beroperasi tahun 2015 sudah langganan mendapat izin impor gula dari Kemendag. Sedang pabrik lain seperti PG Kebon Agung yang berdiri sejak zaman Belanda, terakhit mendapat izin impor tahun 2007. Setelah 13 tahun, Kebon Agung baru mendapat izin impor lagi pada tahun ini.

Ironisnya, impor gula yang dilakukan KTM di saat menjelang musim giling. Nasib tebu milik petani pun terancam. Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di lingkungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 11, Sunardi Edy Sukamto, berteriak keras. Ia menyebut kebijakan pemerintah seperti “permainan” untuk memperkaya golongannya sendiri dan tidak memperhatikan kesejahteraan petani.

“Misal PT KTM ini, selalu mendapatkan penugasan impor raw sugar mulai buka sampai hari ini. Padahal sesuai undang-undang, setelah empat tahun, PT KTM harus memiliki kebun sendiri, tapi kenyataannya KTM hanya mengandalkan impor dan membeli tebu dari petani tebu binaan pabrik gula yang sudah existing,” ungkap Edy Sukamto kepada Merah Putih, Kamis (14/5).

Sesuai perundang-undangan, lanjut dia, setiap pabrik gula harus memiliki areal kebun sendiri. Sehingga pasok bahan baku tebu (BBT) untuk pabrik gulanya itu ada kepastian dan tidak mengambil tebu dari petani tebu binaan dari PG yang sudah ada. “Pemerintah mewajibkan industri gula rafinasi wajib membuka lahan tebu, untuk keberlangsungan industrinya. Bila tidak, izin perusahaan tersebut bakal dicabut. Aturan ini juga berlaku bagi pabrik gula rafinasi yang sudah beroperasi,” papar Edy. Undang-undang yang dimaksud Edi adalah UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Untuk diketahui, persoalan gula menjadi polemik nasional di tengah penyebaran virus corona (Covid-19). Sebab, harga gula melejit di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 12.500 per kg. Termasuk di Jawa Timur sebagai pusat gula.

Saat ini harga gula bertahan Rp 16.500-17.000 per kg. Sebelumnya, harga gula menyentuh Rp 17.500-18.000 per kg. Spekulai yang berkembang saat itu ada yang memainkan harga gula, karena diduga ada praktik monopoli dalam distribusi gula.

Presiden Joko Widodo pun angkat bicara saat memimpin rapt terbaras soal pangan di Istana Bogor, Rabu (13/5). "Saya ingin ini dilihat masalahnya ada di mana. Apakah urusan distribusi atau memang stoknya yang kurang, atau ada yang sengaja mempermainkan harga untuk keuntungan yang besar," ujar Jokowi.

Jokowi menyebutkan dua jenis komoditas atau barang yang mengalami lonjakan harga, khususnya selama masa pandemik Covid-19. Pertama, dia mengungkapkan, harga rata-rata nasional bawang merah yang berada diangka Rp 51.000, jauh dari harga acuannya yang sebesar Rp 32.000. Kedua, gula pasir, dengan harga rata-rata saat ini di kisaran Rp 17.000 sampai Rp 17.500. Padahal menurut harga acuannya, gula pasir berada dikisaran harga Rp 12.500.

Permainan Mafia

Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengatakan, merangkaknya harga gula pasir di pasaran terindikasi besar akibat “permainan” mafia. Ia menduga para pemain gula ini sengaja menimbun, karena paham betul prediksi permintaan pasar meningkat bulan Ramadan dan Lebaran nanti. Ini ditambah analisa berkaitan komoditas gula tahun 2020 akan terjadi defisit gula konsumsi, apabila tidak ada tambahan gula impor.

"Iya, saya lagi dalami info yang ada (impor gula,). Memang  produksi tidak cukup sehingga tergantung dengan impor  dan impor ini di tangan Kementrian Perdagangan. Banyak kepentingan bisnis bermain tapi merugikan petani dan konsumen kita," tegas Andi Akmal dihubungi, Kamis (14/5), ketika ditanya soal PT KTM yang baru bongkar 35 ribu ton raw sugar impor di Pelabuhan Maspion, Gresik, dan PT Kebon Agung yang juga impor raw sugar 25.800 ton di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Politisi PKS ini menilai bisa jadi ada yang menimbun gula untuk mengambil untung besar karena pasokan gula berkurang. "Bisa jadi ini pemicu utamanya akibat ratio stok/konsumsi masih tinggi," ujarnya.

Kebutuhan gula nasional sekitar 5,8 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya 2,2 juta ton, sehingga terjadi defisit gula 3,5 juta ton gula per tahun. Hal ini yang memicu dimanfaatkan untuk impor gula.

Akmal meminta agar Satgas Pangan bergerak dan melakukan penelusuran. Termasuk memeriksa dokumen-dokumen milik PT KTM yang bongkar di Pelabuhan Maspion, Gresik. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau ada indiskasi penyimpangan dalam impor gula.

“Terjunkan Satgas Pangan agar bertindak dengan maksimal terhadap mafia atau spekulan nakal yang selama ini melakukan praktik mengambil untung besar atas penderitaan rakyat," tandas Akmal.

Ia berterima kasih kepada harian Merah Putih yang memberi informasi soal impor gula di Jawa Timur ini. "Terima kasih kami diberikan info. Nanti kami dalami dengan Kementrian," cetus dia.

Terpisah, anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan,  Armudji kaget mengetahui informasi dari harian Merah Putih adanya impor gula yang dibongkar di Gresik dan Pelabuhan Tanjung Perak. "Saya baru tahu ini dari sampeyan mas. Ya kita lihat saja impornya seperti apa," ujarnya

Mengenai indikasi kemungkinan permainan harga gulam Armudji tidak berani berspekulasi. Ia hanya meminta Disperindag Jatim untuk melakukan operasi pasar agar harga gula di pasaran tidak melambung tinggi.

KTM Dapat Dispensasi

Sementara itu, Direktur PT Kebun Tebu Mas, Adi Prasongko mengakui bila dibandingkan dengan pabrik gula yang lama, pabrik gula baru cukup kesulitan untuk memiliki areal tebu. Namun, kata dia, memiliki 20 persen area tebu tersebut tidak mutlak PG baru. Tetapi PG tersebut memiliki areal tebu dengan kerjasama dengan pihak lain dalam jangka waktu lama.

“Kewajiban memiliki 20 persen areal tebu untuk PT KTM itu artinya harus ada 4.000 hektar lahan tebu untuk bahan baku tebu (BBT) di PT KTM. Ini sudah kami penuhi dengan bekerja sama dengan Perhutani seluas 1.000 hektare dan 2.000 hektar dengan pihak lain. Saat ini pun, kami masih mencari kebun-kebun yang dijual,” jelas Adi dikonfirmasi terpisah, kemarin.

Adi menambahkan dari 3000 hektar lebih yang sudah bekerjasama ini, semuanya sudah merupakan tebu giling atau tebu yang sudah digiling ke PT KTM. Dari hasil kebun seluas 3000 hektar tersebut tidak akan menyukupi kebutuhan BBT di KTM. Sebab, kapasitas giling KTM yang terpasang sebesar 12.000 ton cane per day (TCD). Tetapi hingga tahun ini, baru beroperasi sebesar 7.000 TCD.

“Karena investasi membangun PG itu mahal, maka kami mendapatkan dispensasi dari pemerintah untuk mengolah raw sugar tetapi pada dasarnya kami adalah pabrik gula berbasis tebu,” tegasnya.

Adi juga menjelaskan seperti pabrik gula berbasis tebu lainnya, PT KTM juga memiliki binaan petani tebu yang jumlahnya mencapai 8.000 petani tebu dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang.

Saat disinggung wilayah PT KTM yang berada di Lamongan sedang binaan petani dari berbagai kabupaten, Adi menjelaskan memang dulu ada peraturan gubernur yang mengatur tentang kewilayahan, di mana satu kabupaten itu wilayahnya satu pabrik gula. Namun, peraturan gubernur tersebut sudah lama tidak lagi diberlakukan.

 

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan bukan hanya gula putih konsumsi saja yang diimpor, melainkan juga yang diolah lagi atau raw sugar.  "Saya sudah mengeluarkan beberapa persetujuan impor komoditas yang perlu tambahan stok. Gula merah yang telah digunakan bahan baku, gula kristal putih untuk konsumsi telah diterbitkan sebanyak 438.802 ton," ucap Agus (3/3). (sis/ton/red)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru