COVID-19, Penghasilan Pemulung di TPST Piyungan Turun Drastis

harianmerahputih.id
PT Sarihusada salurkan bantuan kepada pemulung di TPST Piyungan, Bantul, Yogyakarta (Foto: HMP/Daru)

Baca juga: Cabub Suharsono dapat Dukungan Forum Laskar PPP Bantul

MERAHPUTIH I YOGYAKARTA - Ratusan pemulung yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta turut merasakan dampak pandemik COVID-19. Berbagai barang yang dikumpulkan oleh para pemulung harganya turun drastis sehingga pendapatan para pemulung turun drastis bahkan sampai 70 persen dibandingkan sebelum pandemik COVID-19 terjadi.

Ketua Komunitas Pemulung Mardiko, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Mardiko mengatakan sebelum pandemik COVID-19 melanda Indonesia termasuk Yogyakarta dalam seminggu para pemulung ini mendapatkan penghasilan sekitar Rp 250 ribu namun ketika pandemik COVID-19 melanda dalam seminggu hanya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 100 ribu.

"Saat ini para pemulung penghasilan perminggunya hanya Rp 100 ribu,"katanya ditemuai di Kampung Pemulung, TPST Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu (16/5).

Pendapatan para pemulung yang menurun disebabkan benda-benda yang selama ini dipungut oleh pemulung mulai dari kertas, botol-botol bekas air minum dan barang lainnya yang selama ini laku dijual harganya turun drastis alias tidak laku.

"Barang yang dipungut oleh 470 pemulung di TPST Piyungan ini sampai menggunung,"ujarnya.

Dalam pandemik COVID-19 yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan ini, ratusan pemulung di TPST merasakan bagaimana sulitnya untuk memenuhi kebutuhan hidup karena semua barang yang dikumpulkan sama sekali tidak laku dijual dan menggunung.

"Sejak awal adanya pandemik COVID-19, kita hanya sekali mendapatkan bantuan dari PT. Sarihusada dengan beras 150 kilogram dan 260 botol yogurt. Selain itu sama sekali tidak ada,"katanya.

Sementara Titik Suzana dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) yang ditunjuk oleh PT. Sarihusada untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampat COVID-19 mengatakan bantuan menyasar kepada panti asuhan hingga komunitas yang terdampak COVID-19 seperti Komunitas Pemulung Mahardiko di TPST Piyungan dengan bantuan berupa produk yogurt yang merupakan produk dari UMKM binaan PT Sarihusada di Cangkringan, Sleman dan beras dari petani binaan PT. Sarihusada di Klaten Jawa Tengah.

"Selain kita meringankan beban masyarakat yang terdampak COVID-19, kita juga menginginkan UMKM terus berproduksi meski dalam kondisi pandemik COVID-19,"ungkapnya.‎ (hdw/tji)
 
 

Editor : Tudji Martudji

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru