Gubernur Khofifah Dorong PKK Dukung Makan Bergizi Gratis untuk Perangi Stunting

harianmerahputih.id
Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin saat memberikan keterangan pers usai pertemuan Tim Penggerak PKK Jawa Timur

 

MERAHPUTIH I SURABAYA – Ada yang berbeda dalam pertemuan Tim Penggerak PKK Jawa Timur kali ini. Di hadapan 36 Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota yang baru saja dilantik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya peran mereka dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan

Dengan penuh semangat, Khofifah menyampaikan pesan pentingnya sinergi dalam menekan angka stunting di Jawa Timur.

"Saya berharap Ibu-Ibu sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Pembina Posyandu bisa mengkoordinasikan ini, tentu dengan dukungan dari Bupati, Wali Kota, serta seluruh jajaran pemerintahan daerah," ujarnya, Minggu (2/3/2025).

Baginya, stunting bukan sekadar permasalahan pertumbuhan fisik, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan.

"Karena stunting itu bukan hanya badannya, tapi juga otaknya. Maka dari itu, program MBG ini harus berjalan dengan baik," tegasnya.

Khofifah menekankan bahwa keberhasilan MBG membutuhkan kolaborasi erat antara PKK, pemerintah daerah, dan Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur sehat di berbagai daerah.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin menegaskan bahwa posyandu akan menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, posyandu tidak hanya melayani bayi dan balita, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, remaja, hingga lansia.

"Pelayanan kesehatan di posyandu sangat lengkap, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, ibu hamil, hingga pendampingan laktasi. Maka dari itu, penguatan posyandu menjadi prioritas utama kami," ujar Arumi.

Selain itu, Arumi juga menyoroti pentingnya pencatatan dalam Bulan Timbang, agar data pertumbuhan anak lebih akurat dan intervensi bisa dilakukan lebih cepat jika ditemukan kasus stunting.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Dengan sinergi kuat antara PKK, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat, harapan besar pun digantungkan pada program Makan Bergizi Gratis. Jika terlaksana dengan baik, generasi emas Jawa Timur yang sehat dan cerdas bukan lagi sekadar impian. (red) 

 

 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru