MERAHPUTIH I PAMEKASAN - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang telah berkontribusi besar dalam berbagai bidang kehidupan. Mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga ketahanan keluarga, peran Muslimat NU dinilai sebagai kekuatan penting dalam membangun bangsa.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya mengucapkan selamat atas Hari Lahir Muslimat NU yang ke-79. Semoga PC Muslimat NU se-Madura Raya semakin rukun dan bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Emil dalam peringatan Harlah Muslimat NU ke-79 di Pamekasan, Senin (17/3).
Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim
Menurut Emil, Muslimat NU tidak hanya menjadi mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga turut memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan berperan dalam pengentasan kemiskinan. Hal ini, katanya, sejalan dengan visi Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin.
“Kiprah Muslimat di berbagai sektor mencerminkan nilai Hubbul Wathon Minal Iman, bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman. Muslimat NU tidak hanya membawa berkah bagi Indonesia, tetapi juga dunia,” ungkapnya.
Baca juga: Wagub Emil Ingatkan Ancaman Longsor di Jatim: Pegunungan hingga Pesisir Selatan Harus Siaga
Lebih dari itu, Emil menegaskan bahwa Muslimat NU telah menjadi penjaga NKRI, merawat Pancasila, serta memperkokoh persatuan dan kerukunan demi kemajuan Indonesia. Bahkan, ia mengingatkan bahwa dalam periode 1946-1965, Muslimat NU berada di garda terdepan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ke depan, Emil berharap kolaborasi Muslimat NU dengan pemerintah dan masyarakat terus diperkuat. Ia optimistis bahwa organisasi ini mampu menjaga tradisi membangun bangsa dan mendorong optimisme anggotanya untuk terus berkembang di berbagai sektor strategis.
“Pemprov Jatim juga berharap terus mendapat bimbingan dari para Bu Nyai untuk memaksimalkan khidmah kepada umat, khususnya masyarakat Jawa Timur,” tutupnya. (red)
Editor : prass prasetyo