MERAHPUTIH I NGAWI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Panen Raya Padi Serentak yang digelar di 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur pada Senin (7/4). Dipusatkan di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, panen raya kali ini mencakup total 5.500 hektare lahan.
Khofifah hadir bersama jajaran Forkopimda Jatim dan pejabat Kementerian Pertanian. Ia menyebut panen raya ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata kekuatan pertanian Jatim yang menyumbang hampir 17,5 persen dari total produksi beras nasional.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
“Dengan semangat gotong royong para petani dan dukungan teknologi, kita tunjukkan Jatim tetap jadi penopang pangan Indonesia,” tegasnya.
Tahun 2024, Jatim mencatat luas panen 1,6 juta hektare dan menghasilkan lebih dari 5 juta ton beras. Tren 2025 pun menunjukkan angka yang menjanjikan: luas panen Januari–April naik lebih dari 20 persen dibanding tahun lalu.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Tak hanya produksi, Khofifah juga menyoroti efisiensi dan kesejahteraan petani. Dengan penggunaan alat modern dan varietas unggul, provitas panen di Ngawi bisa tembus 7,5 ton per hektare. Harga gabah pun stabil di angka Rp6.500/kg.
Pada kesempatan itu, Khofifah turut menyaksikan langsung pembelian gabah petani oleh BULOG serta meninjau teknologi pertanian terbaru.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Panen Raya ini juga terhubung secara virtual dengan 14 provinsi lainnya dan dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi kerja keras seluruh petani Indonesia. “Kita satu tim, bersama membangun bangsa,” ujarnya.
Dengan semangat panen serentak ini, Jawa Timur menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (red)
Editor : prass prasetyo