MERAHPUTIH I BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti keputusan Bupati Indramayu Lucky Hakim yang bepergian ke Jepang saat masa mudik Lebaran 2025. Menurut Dedi, seorang pejabat negara seharusnya menempatkan tanggung jawab publik di atas kepentingan pribadi.
“Saya bilang ke Pak Lucky, bahagia itu tidak mesti di Jepang. Kalau anak ingin senang, buatlah Indramayu jadi tempat yang membahagiakan,” kata Dedi di Gedung Sate, Selasa (8/4).
Baca juga: Dedi Mulyadi: Ekonomi Rakyat Harus Tumbuh dari Kreativitas dan Kerja Keras
Dedi mengungkapkan bahwa Lucky telah menyampaikan permohonan maaf melalui Zoom dan pesan singkat, mengaku pergi untuk menepati janji kepada anak-anaknya.
Meski memahami alasan pribadi Lucky, Dedi menekankan bahwa pejabat publik terikat aturan, termasuk soal izin cuti yang diatur Kemendagri. “Ada surat edaran jelas. Ini warning. Ke depan, tidak boleh ada lagi yang mengabaikan,” ujar Dedi.
Baca juga: Jabar Luncurkan Gagasan “Kereta Petani dan Pedagang”, Angkutan Rakyat dari Sawah ke Pasar
Menanggapi polemik tersebut, Lucky Hakim menjelaskan bahwa perjalanan itu telah direncanakan sejak kampanye Pilkada 2024. Ia menyebut telah membeli tiket sejak Desember 2024 dan tetap menjalin komunikasi dengan wakil bupati selama di luar negeri.
“Saya akui kurang teliti membaca semua surat masuk. Tapi saya pulang lebih awal sebagai bentuk tanggung jawab,” jelas Lucky.
Kini, proses selanjutnya berada di tangan Kementerian Dalam Negeri, termasuk kemungkinan sanksi administratif yang dapat dijatuhkan. (red)
Editor : prass prasetyo