MERAH PUTIH | Surabaya – PT Adhi Karya (Persero) selaku pelaksana proyek pembangunan Kampus II Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menjadi pihak paling disalahkan, terkait jebolnya pipa induk PDAM Surabaya. Indikasi PT Adhi Karya lalai juga makin jelas. Sebab, PDAM jauh-jauh hari sudah memberi peringatan ke BUMN ini agar pembangunan tak mengenai pipa.
Tak hanya itu, PT Adhi Karya juga bakal menghadapi gugatan hukum. Bahkan, pihak yang akan menggugat PT Adhi Karya datang dari dua anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Gerindra dan Golkar. Anggota Dewan ini mewakili warga di 16 kecamatan yang terdampak pipa PDAM jebol di proyek kampus II UINSA, Minggu (17/5). Mereka menggugat ke pengadilan dengan menuntut ganti rugi Rp 5 miliar, karena sedikitnya 30 ribu pelanggan terdampak akibat jebolnya pipa PDAM.
Mengenai proyek UINSA sendiri termasuk proyek yang menelan anggaran besar. Didanai APBN hingga Rp 453 miliar, tepatnya Rp 453.343.000.099,00. Ini diketahui oleh Harian Merah Putih dari data lelang di LPSE Kementrian Agama (Kemenag). Dari data lelang yang dimenangkan PT Adhi Karya itu diketahui bahwa proyek dengan nama “Pembangunan Gedung dan Insfratruktur Kampus II UIN Sunan Ampel Surabaya” ini milik Kementrian Agama. Sedang pihak UINSA sebagai Satuan Kerja (Satker).
Namun anehnya, pihak UINSA terkesan menyalahkan PT Adhi Karya terkait insiden jebolnya pipa PDAM Surya Sembada ini akibat pengerjaan tiang pancang. Rektor UINSA Prof. Dr. Masdar Hilmy mengungkapkan pihaknya sudah jauh-jauh hari melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PDAM Surya Sembada Surabaya berkenaan dengan proyek pembangunan kampus di Gunung Anyar.
"Bahkan, saya audiensi langsung dengan Pak Mujiaman (Dirut PDAM Surabaya) dan Bu Wali Kota (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) juga. Setelah itu pihak proyek (PT Adhi Karya, red) yang lebih tahu," kata Masdar Hilmy kepada wartawan, Senin (18/5/2020).
Ketika ditanya mengenai penyebab jebolnya pipa PDAM, Masdar mengatakan yang lebih mengetahui adalah pelaksana proyek, yakni PT Adhi Karya. "Secara teknis sepenuhnya diserahkan kepada pelaksana proyek. Saya juga tidak paham mengapa bisa mengenai pipa. Padahal rapat sudah berkali-kali," ungkapnya.
Meski begitu, ia meminta maaf terkait jebolnya pipa PDAM itu. Menurut dia, saat ini Adhi Karya dan PDAM Surya Sembada Surabaya sedang menangani pipa air yang jebol akibat tiang pancang proyek. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” cetus dia.
Achmad Zaini selaku Project Manager Pembangunan UINSA juga mengungkapkan hal sama. “Yang lebih mengetahui adalah pelaksana proyek. Secara teknis sepenuhnya diserahkan kepada pelaksana proyek. Saya juga tidak paham mengapa bisa terjadi seperti itu (tiang pancang mengenai pipa PDAM, red)," ujar Zaini yang ditanya soal kelalaian PT Adhi Karya.
PDAM Sudah Ingatkan
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Surabaya Mujiman mengatakan kasus jebolnya pipa PDAM di lokasi pembangunan kampus II UINSA mirip dengan jebolnya pipa air di kawasan Purimas, Gunung Anyar, sekitar 500 meter tempat pipa yang jebol di Tambak Sumur. "Persis kasus semula, tapi orangnya lain. Kami sudah memberikan rambu-rambu semuanya, ternyata dia (pelaksana proyek) melanggar jalur yang tidak boleh disentuh," kata Mujiaman.
Menurut dia, pipa utama yang jebol berdiameter 1.000 milimeter dan mampu mengalirkan satu liter air per detik ke pelanggan. "Sekitar 30 ribuan pelanggan saat ini yang terganggu. Sedangkan yang paling terdampak wilayah Gunung Anyar," katanya.
Mujiaman mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor yang melakukan pembangunan proyek tersebut. Bahkan prosedur agar tidak kena pipa PDAM juga sudah dilakukan. "Orangnya bandel, sudah koordinasi sudah dibilangi. Kalau mancang prosedurnya ini-ini," tutur Mujiaman.
Mengenai perbaikan pipa PDAM yang jebol, saat ini memasuki tahap penyambungan. "Setelah kemarin kami menyiapkan sarana prasarana di lapangan untuk mendukung pengerjaan eksternal perbaikan pipa, maka rencananya aliran air hari ini akan dimatikan," terang Mujiaman.
Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses penyambungan dan pengelasan pipa. Namun, lanjut dia, selama aliran air dimatikan, PDAM memastikan telah menyiapkan suplai air bersih kepada warga terdampak. "Begitu rapi (pengerjaan eksternal), kita lakukan pemasangan secepatnya. Ini belum kelihatan lukanya seperti apa, tapi saya asumsi kalau lukanya sama seperti dulu, Insya Allah besok sore selesai," harap dia.
Mujiaman memastikan telah menyiapkan suplai air bersih kepada warga terdampak. Setidaknya ada 20 armada milik PDAM yang siap mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak. "Kami ada 20 armada dan dibantu juga dari pemkot. Titik sasaran utama adalah wilayah Gunung Anyar, Sukolilo dan Kenjeran," terangnya. (tri/her/ton/red)
Editor : Ali Mahfud