MERAHPUTIH I SURABAYA — Harapan Persebaya Surabaya untuk mengamankan tiga poin dalam laga bertajuk Derby Jawa Timur pupus sudah. Dalam lanjutan pekan ke-30 Liga 1 2024/2025, Green Force harus puas berbagi angka 1-1 saat menghadapi tuan rumah Arema FC di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (27/4) lalu.
Meski tampil dominan sepanjang laga dengan menciptakan 16 tembakan—tujuh di antaranya mengarah ke gawang—pasukan Paul Munster hanya mampu mencetak satu gol balasan. Lini serang Persebaya yang dikomandoi oleh Bruno Moreira terlihat aktif dan agresif, namun minim efektivitas.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
“Sangat mengecewakan, karena kami datang dengan mentalitas untuk menang. Ini derby, dan kami ingin naik ke posisi dua. Tapi kami harus menerima satu poin ini,” ujar Munster dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Gol Persebaya dicetak pada babak kedua setelah sebelumnya tertinggal akibat blunder fatal dari kiper utama mereka, Ernando Ari. Dalam situasi yang seharusnya bisa diantisipasi dengan mudah, Ernando kehilangan bola di area kotak penalti. Kesalahan tersebut langsung dimanfaatkan oleh Arema FC untuk mencetak gol pembuka dan memanaskan atmosfer stadion.
Munster secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap kesalahan individu tersebut. Ia menyoroti bahwa ini bukan kali pertama lini belakangnya, khususnya posisi penjaga gawang, melakukan kesalahan krusial yang berujung gol bagi lawan.
“Kami sudah melihat situasi serupa ketika melawan PSIS. Lagi-lagi Nando kehilangan bola dan kami kebobolan. Hal-hal seperti ini akan masuk catatan evaluasi kami,” ucap Munster dengan nada prihatin.
Terlepas dari dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang yang diciptakan, Persebaya belum mampu menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam penyelesaian akhir. Beberapa peluang emas terbuang begitu saja karena terburu-buru dalam pengambilan keputusan di depan gawang lawan. Gelandang serang dan para winger terlihat cukup kreatif membongkar pertahanan Arema, namun kurang tajam dalam penyelesaian.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Hal ini menjadi sorotan serius bagi Munster. Menurut pelatih asal Irlandia Utara tersebut, tidak cukup hanya menciptakan peluang jika tidak mampu menyelesaikannya menjadi gol.
“Penting bagi kami untuk lebih fokus dan tenang ketika berada di sepertiga akhir lapangan. Kami menciptakan cukup banyak peluang, seharusnya bisa menang dalam pertandingan seperti ini,” tegasnya.
Tambahan satu poin dari laga ini membuat Persebaya tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 53 poin. Mereka gagal menyalip Dewa United yang memiliki jumlah poin sama, namun unggul dalam catatan head to head.
Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United
Persaingan menuju akhir musim Liga 1 2024/2025 diprediksi akan berlangsung ketat. Persebaya dituntut konsisten dan minim kesalahan apabila ingin bersaing di papan atas hingga pekan terakhir.
Selanjutnya, Green Force dijadwalkan menghadapi Persik Kediri dalam laga kandang. Paul Munster menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh, khususnya dalam menjaga konsentrasi dan komunikasi di lini belakang.
“Setiap pertandingan kini seperti final. Kami tidak boleh kehilangan poin karena kesalahan kami sendiri,” tutup Munster.(red)
Editor : Redaksi