Persija Bertarung demi Empat Besar, Meski Diterpa Badai Cedera

harianmerahputih.id
Persija datang dengan kekuatan tak penuh, tetapi membawa semangat penuh.

MERAHPUTIH I SAMARINDA — Persija Jakarta memasuki fase krusial dalam kompetisi Liga 1 musim ini. Dengan hanya empat laga tersisa, klub berjuluk Macan Kemayoran itu menatap sisa musim dengan satu tekad: menyapu bersih semua poin dan mengunci posisi empat besar klasemen. Ambisi itu akan diuji dalam laga tandang melawan pemuncak klasemen sementara, Borneo FC, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (4/5/2025), pukul 19.00 WIB.

Laga di Samarinda bukan hanya soal pertarungan taktik dan teknik, melainkan juga ujian ketangguhan mental. Skuad Persija tidak dalam kondisi ideal. Beberapa pemain kunci masih harus menepi akibat cedera, sementara pemain yang baru pulih belum sepenuhnya kembali ke performa terbaik.

Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1

Dua pemain yang sempat absen cukup lama, Witan Sulaeman dan Pablo Andrade, sudah kembali berlatih bersama tim setelah melewati masa pemulihan cedera engkel dan hamstring. Namun, daftar pemain yang masuk ruang perawatan masih mengkhawatirkan.

Nama-nama seperti Rio Fahmi, Syahrian Abimanyu, dan Rayhan Hannan kini harus menjalani terapi intensif karena cedera hamstring yang mereka dapatkan saat pertandingan sebelumnya. Situasi makin pelik dengan cederanya Gustavo Almeida (engkel), Muhammad Ferarri (lutut), dan Marko Simic yang mengeluhkan nyeri pada kakinya saat menjalani sesi latihan.

"Kami menyadari bahwa kondisi tim saat ini tidak ideal. Tapi, kami tidak punya pilihan selain berjuang habis-habisan di setiap pertandingan. Empat pertandingan tersisa, semuanya final bagi kami. Target kami jelas: poin maksimal," kata pelatih Persija, Ricky Nelson, dalam konferensi pers pra-pertandingan, Sabtu (3/5/2025).

Nelson menekankan pentingnya menjaga semangat dan kepercayaan diri para pemain. Ia mengibaratkan Persija sebagai seekor macan yang lapar dan tak boleh kehilangan naluri berburu kemenangan.

"Kami ingin pemain masuk ke lapangan dengan semangat bertarung yang tinggi. Tidak boleh gentar, tidak boleh ragu. Ini bukan hanya soal teknik bermain, ini soal harga diri dan kebanggaan membawa lambang Persija," ujarnya tegas.

Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”

Di sisi lain, kapten tim Rizky Ridho juga menyuarakan semangat senada. Bek tengah tim nasional Indonesia itu menegaskan bahwa seluruh skuad telah mengevaluasi kekurangan saat bermain imbang melawan Semen Padang pada laga sebelumnya.

“Kami datang ke Samarinda dengan satu misi: menang. Kami sudah melihat kesalahan kami dan memperbaikinya. Lawan Borneo tentu tidak mudah, tapi kami sudah siap,” kata Ridho.

Persija kini berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 51 poin. Jarak dengan peringkat keempat hanya tiga poin. Itu berarti, satu kemenangan bisa langsung mendongkrak posisi mereka ke zona kompetisi Asia musim depan—sebuah insentif yang membuat perjuangan ini semakin penting.

Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United

Namun, lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Borneo FC, meski sempat tersandung dalam beberapa laga terakhir, tetap menjadi tim dengan catatan kandang yang impresif. Bermain di Segiri, mereka belum terkalahkan dalam sembilan laga terakhir.

Kendati demikian, tekanan kini tidak hanya ada di pihak tamu. Tuan rumah pun wajib menjaga gengsi sebagai pemimpin klasemen yang tak ingin kehilangan momentum. Ini menjanjikan duel dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.

Persija datang dengan kekuatan tak penuh, tetapi membawa semangat penuh. Dan dalam sepak bola, seperti dalam hidup, sering kali yang terpenting bukan siapa yang lengkap, melainkan siapa yang paling siap. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru