MERAHPUTIH I SURABAYA - Madinah, kota suci kedua dalam Islam setelah Mekkah, tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menyimpan jejak awal perjuangan dakwah Islam. Salah satu peninggalan paling historis adalah Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah. Lokasinya yang berada sekitar 3-4 kilometer di selatan Masjid Nabawi menjadikannya destinasi utama ziarah bagi jutaan jemaah setiap tahunnya.
Bagi jemaah yang ingin mengunjungi Masjid Quba dari Masjid Nabawi, tersedia beragam opsi transportasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, kenyamanan, dan waktu yang dimiliki. Berikut adalah beberapa alternatif pilihan yang bisa dipertimbangkan:
Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia
Menapaktilasi Hijrah dengan Berjalan Kaki
Berjalan kaki dari Masjid Nabawi ke Masjid Quba bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual. Tradisi ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang bersabda, “Barang siapa bersuci di rumahnya, lalu berjalan ke Masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti umrah.” (HR. Tirmidzi).
Untuk memfasilitasi perjalanan ini, Pemerintah Arab Saudi telah membangun jalur pedestrian selebar kurang lebih 15 meter yang membentang langsung antara dua masjid agung ini. Jalur ini terbagi menjadi tiga bagian: untuk pejalan kaki, skuter elektrik, dan kendaraan kecil seperti buggy car.
Waktu tempuh dengan berjalan santai sekitar 45 hingga 55 menit, tergantung kecepatan dan keramaian pejalan. Sepanjang jalur, tersedia berbagai fasilitas seperti tempat duduk, lampu penerangan, dan bahkan papan informasi sejarah, menjadikan perjalanan ini tidak hanya nyaman, tetapi juga edukatif dan reflektif.
Bus Mini: Cepat dan Terjangkau
Bagi jemaah yang menginginkan kenyamanan dan efisiensi, bus mini menjadi pilihan yang populer. Layanan ini dioperasikan secara reguler dari sekitar area Masjid Nabawi menuju Masjid Quba, dengan titik naik di beberapa titik dekat gerbang utama.
Selama Ramadan dan musim haji, frekuensi layanan bus mini ditingkatkan, terutama saat menjelang waktu tarawih atau subuh. Penumpang bisa melihat jadwal dan rute perjalanan melalui situs resmi otoritas transportasi Madinah atau aplikasi seluler pendukung.
Tarif bus mini cukup terjangkau dan menjadi solusi efisien bagi jemaah lansia maupun keluarga dengan anak kecil.
Buggy Car: Nyaman dan Ringan di Kantong
Opsi transportasi unik lainnya adalah buggy car, yakni kendaraan kecil beroda empat yang mirip mobil golf. Layanan ini bisa dijumpai di sekitar pintu 310 Masjid Nabawi, tidak jauh dari Masjid Al Ghamamah.
Dengan tarif sekitar 10 riyal untuk sekali jalan, buggy car menawarkan perjalanan yang nyaman dan lebih personal. Rute yang ditempuh cenderung bebas dari kemacetan, dan pengemudi biasanya sudah familiar dengan jalur langsung ke Masjid Quba.
Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah
Buggy car sangat cocok bagi jemaah yang ingin menikmati perjalanan santai tanpa harus bersusah payah berjalan jauh, tetapi tetap merasakan pengalaman terbuka.
Angkutan Kota (HiAce): Pilihan Ekonomis
Jika ingin opsi transportasi yang lebih hemat, layanan angkutan kota berupa mobil HiAce menjadi alternatif menarik. Beroperasi dari area yang sama dengan buggy car, yakni dekat pintu 310 Masjid Nabawi, kendaraan ini melayani rute langsung ke Masjid Quba dengan tarif hanya sekitar 2 riyal.
Meski tidak senyaman buggy atau bus ber-AC, angkutan kota tetap menjadi solusi efektif bagi jemaah yang mengutamakan biaya. Kendaraan ini biasa digunakan oleh penduduk lokal, sehingga bisa juga menjadi sarana untuk berinteraksi singkat dengan masyarakat Madinah.
Baca juga: KPK Periksa 12 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Arah Penyidikan Kian Mengerucut
Taksi dan Layanan Wisata: Praktis untuk Rombongan
Opsi lainnya adalah menggunakan taksi reguler atau memanfaatkan layanan wisata dari agen travel lokal. Waktu tempuh dengan taksi hanya sekitar 4–5 menit tergantung kepadatan lalu lintas, dengan biaya sekitar 40–50 riyal per kendaraan. Ini cocok bagi jemaah yang bepergian dalam kelompok kecil atau memiliki waktu yang terbatas.
Beberapa biro perjalanan bahkan menyediakan paket city tour Madinah yang mencakup kunjungan ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud, termasuk kendaraan dan pemandu lokal.
Memilih dengan Bijak
Memilih moda transportasi dari Masjid Nabawi ke Masjid Quba bukan sekadar soal kenyamanan atau efisiensi waktu, melainkan juga bagian dari perjalanan spiritual yang sarat makna. Bagi sebagian jemaah, berjalan kaki menjadi ibadah penuh penghayatan. Bagi lainnya, kendaraan menjadi sarana agar lebih banyak waktu bisa dihabiskan untuk beribadah di masjid tujuan.
Yang pasti, pemerintah Arab Saudi terus berupaya meningkatkan fasilitas dan aksesibilitas antar lokasi suci, termasuk melalui jalur pedestrian ramah lingkungan dan layanan transportasi publik modern. Dengan berbagai pilihan yang tersedia, jemaah kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengisi hari-hari penuh berkah di Kota Nabi. (red)
Editor : Redaksi