Cita Rasa Nusantara Hadir di Tanah Suci, 475 Ton Bumbu Dikirim untuk Jemaah Haji

harianmerahputih.id
FOTO ILUSTRASI : Layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia tahun ini semakin mendekati selera Tanah Air.

MERAHPUTIH I MAKKAH— Layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia tahun ini semakin mendekati selera Tanah Air. Sebanyak 475 ton bumbu asli Nusantara didatangkan ke Arab Saudi demi menjaga otentisitas rasa dalam sajian katering haji. Jumlah tersebut melonjak signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 76 ton bumbu.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam memberikan kenyamanan bagi lebih dari 200.000 jemaah Indonesia selama menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia

Untuk memastikan kualitas rasa dan proses pengolahan makanan, tim Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi melakukan peninjauan langsung ke Dapur Raghaeb di kawasan Shauqiah, Makkah, Rabu (14/5/2025). Dapur yang dikelola Mohammad Ghoir ini menjadi salah satu tempat produksi katering bagi jemaah Indonesia.

Di dapur tersebut, enam chef asal Indonesia dibantu beberapa tenaga lokal tampak sibuk menyiapkan makan siang. "Hari ini kami memasak nasi putih, ikan patin goreng, dan tumis sayur," ujar Sahrul, salah satu juru masak.

Dapur dipantau ketat dalam hal kebersihan. Seluruh juru masak dan asisten wajib mengenakan masker, sarung tangan, serta celemek saat bekerja. Peralatan masak berukuran besar juga rutin dibersihkan setelah digunakan.

"Setiap kali selesai memasak, semua alat dan lantai harus dibersihkan secara menyeluruh," tutur Sahrul.

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah

Menu yang disajikan setiap hari bervariasi. Untuk nasi, tersedia antara lain nasi uduk, nasi kuning, nasi goreng, dan nasi gurih. Aneka tumisan sayur seperti wortel, paprika, jamur, hingga sambal kentang menjadi pelengkap menu utama.

Lauk pauk pun disesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Dari telur dadar dan balado, ayam goreng Kalasan, ayam rica-rica, hingga rendang dan semur daging sapi, semua hadir dalam rotasi menu harian. Ada juga olahan ikan seperti patin goreng dan tuna cabai hijau.

Makanan dikirim ke jemaah dalam kondisi hangat, berkat proses distribusi yang cepat usai dimasak. Setiap paket disertai air mineral dan buah segar.

Baca juga: KPK Periksa 12 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Arah Penyidikan Kian Mengerucut

Bagi sebagian jemaah, kehadiran masakan Nusantara menjadi pengobat rindu kampung halaman. Enik Sulispin, jemaah asal Bekasi, Jawa Barat, mengaku puas dengan sajian yang diterima.

“Saya paling suka sambal teri dan telur dadar. Rasanya cocok sekali dengan lidah saya,” ujarnya.

Langkah menghadirkan bumbu Nusantara ini menjadi cerminan komitmen PPIH untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi jemaah, tetapi juga merawat kenyamanan psikologis mereka di tengah ibadah yang padat. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru