Khofifah Hadiri Pelantikan Pengurus HKTI Lumajang: Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Organik

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pelantikan pengurus HKTI Cabang Lumajang di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lumajang, Minggu, 25 Mei 2025.

MERAHPUTIH I LUMAJANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Lumajang di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lumajang, Minggu, 25 Mei 2025. Acara ini menjadi panggung bagi pemerintah provinsi dan organisasi petani untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan.

Khofifah tiba di lokasi pelantikan disambut oleh Bupati Lumajang Linda Amperawati dan jajaran pimpinan daerah. Sejumlah tokoh komunitas tani turut hadir, menciptakan suasana guyub dan penuh harapan bagi masa depan pertanian Lumajang. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Perempuan Tani HKTI Jawa Timur, Arum Sabil.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Khofifah menekankan pentingnya menjaga stamina produksi pertanian yang selama ini telah menunjukkan capaian signifikan. Ia menyebutkan bahwa produksi padi dan beras di Jawa Timur sudah melampaui target nasional. Namun, keberhasilan tersebut bukan titik akhir, melainkan batu loncatan menuju tahapan yang lebih berorientasi pada kualitas.

“Produksi padi dan beras kita sudah melampaui target. Itu artinya kerja keras para petani luar biasa. Maka yang harus dilakukan adalah menjaga capaian ini. Swasembada pangan hanya bisa terwujud kalau semangat dan stamina pertanian tetap terjaga,” ujar Khofifah di hadapan para petani dan pengurus HKTI.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini juga menggarisbawahi pentingnya transisi menuju pertanian ramah lingkungan. Ia mengajak para petani mulai beralih dari ketergantungan terhadap pupuk kimia menuju penggunaan pupuk organik yang lebih bersahabat dengan ekosistem.

"Kita harus mulai masuk ke pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. Pupuk kimia perlu dikurangi, dan intervensi pupuk organik ditingkatkan. Itu akan memperbaiki habitat tanah, menghidupkan cacing dan belut, dan membuat tanah lebih sehat. Setelah produktivitas, sekarang saatnya masuk ke kualitas pertanaman,” tegas Khofifah.

Gagasan pertanian organik yang digelorakan Khofifah bukan sekadar slogan hijau. Ia melihatnya sebagai strategi jangka panjang untuk menyelaraskan kegiatan bertani dengan daya dukung lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya soal hasil panen, tapi juga soal menjaga kesuburan tanah dan kelestarian hayati.

Di sisi lain, Ketua DPD HKTI Jawa Timur, Arum Sabil, menegaskan pentingnya pembenahan kelembagaan petani secara administratif. Ia menyebut pelantikan pengurus HKTI Lumajang sebagai langkah strategis agar organisasi benar-benar hadir sebagai pendamping sekaligus pelindung petani.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Pelantikan ini adalah amanah organisasi sesuai dengan AD/ART. Kita ingin HKTI hadir bukan hanya mendampingi petani, tapi juga memberi edukasi, perlindungan, dan advokasi. Dengan kelembagaan yang jelas dan SK yang sah, kerja-kerja kita akan lebih terukur,” kata Arum.

 

 

 

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

HKTI, sebagai organisasi yang mengakar di kalangan petani, selama ini berperan aktif dalam mengedukasi petani melalui pelatihan, penyuluhan, hingga pengembangan usaha tani. Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas, organisasi ini menjadi salah satu garda depan dalam menjaga stabilitas sektor pangan.

Pelantikan pengurus HKTI Lumajang kali ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian di kabupaten tersebut terus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga provinsi. Terlebih dengan dukungan langsung dari Gubernur Khofifah, agenda pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan petani di Lumajang diharapkan semakin terakselerasi. (red) 

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru